Surat Untuk Penulis

Friday, 8 April 2016

Dear para penulis
Nasehat ini mungkin tidak pantas dari saya karena saya juga tidak menulis setiap hari dikarenakan berbagai macam alasan ataupun mencari - cari alasan tapi percayalah nasehat itu kan bias dari siapa saja asalkan menebar virus - virus yang positif. Mungki saya adalah golongan dari kebanyakan yang mengatakan hobbinya menulis tapi kenyataannya nga sebulan sekali menulis, tapi begitulah hidup.
 
Dulu sebelum mengenal blog saya rajin menulis dibuku dan waktu luangpun banyak sekali, maklumlah masih muda tapi disaat usia yang semakin senja ini rasanya waktu yang sudah ada tidak cukup lagi, karena sudah banyak terbagi - bagi padahal masih sendiri kan ya coba sudah ada pendamping dan anak - anak pasti semakin jauh saya dengan menulis ini, eehh belum tentu begitu!!! banyak penulis yang bias membagi waktu (jangan contoh saya ya)
 
Dear para penulis
Saling mengingatkan kebaikan itu perlu walaupun belum tentu orang yang mengingatkan itu lebih baik dari orang yang membacanya, tapi kalau ada manfaat mengapa tidak, mengapa saya tertarik untuk menulis surat ini untuk kalian, bolehkah saya berbagi pengalaman???
 
Almarhum Abi saya lahir tahun 1933 dan beliau meninggal tahun 2003, apa yang beliau tinggalkan dan membuat saya terkesan dan kadang terharu sendiri adalah kebiasaan beliau yang selalu menulis semua kejadian sampai - sampai lahir anak sapi pun tercatat dengan sempurna, dan itu menjadi kenangan manis dan obat pelepas rindu, kalau hanya sekedar melihat foto itu sudah biasa, tapi membaca catatan  demi catatan kehidupan membuat seolah - olah belaiu hadir dan kita ngobrol bersama. itu sungguh luar biasa bukan? 
 
Sayapun demikian, ketika saya menemukan catatan  demi catatan harian yang saya buat dulu membuat saya tertawa membacanya, ada cerita sedih, lucu dan bahkan tidak karuan tulisannya.
 
Dear para penulis
Dari situlah saya ingin mengingatkan kalian untuk rajin menulis, abaikan kalau ada orang yang mengejek tulisanmu, abaikan kalau kadang kita tidak nyambung dalam menulis, abaikan walau kita sendiripun tidak mengerti yang kita tulis hehehehe tapi yakinlah semakin sering kita menulis semakin bagus tulisan kita.
 
Dengan menulispun bias melatih otak kita untuk bekerja dan tulisan ini bias kita baca kapanpun, artinya dengan ada tulisan kita bias mengingat episode demi episode perjalanan hidup, contohnya tulisan Abi saya yang masih bias saya baca sampai sekarang walaupun beliau sudah tidak ada lagi.
 
Dear para penulis
Ini hanya sekedar nasehat dari saya, ambillah manfaatnya saja dan rajin - rajinlah menulis ya (ingat!!! yang mengingatkan ini belum tentu rajin menulis tapi saling mengingatkan itu penting :) )
 
Happy Friday all dear friend
08 April 2016

2 comments:

  1. Dear Mbak Zatin.

    Sepenggal kalimat, "abaikan kalau ada orang yang mengejek tulisanmu" mengingatkan saya apa kata Pramoedya Ananta Toer. Pram mengatakan bahwa menulislah biarpun tulisanmu tidak dibaca orang lain. Tapi suatu waktu, tulisanmu pasti akan bermanfaat. Kira-kira begitu katanya.

    Terkait dengan surat di atas, rasa-rasanya semangat menulis saya kembali bangkit. Ini mungkin yang selama ini saya percayai bahwa, berteman dengan penulis itu akan membangkitkan spirit menulis.

    Terima kasih atas surat ini.
    Salam.

    ReplyDelete
  2. Salam
    terima kasih ya , saling mengingatkan itu penting hehehehehehehe walaupun saya menulis hanya sebiji untuk 3 bulah hehe

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

Contact Form

Name

Email *

Message *

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS