jejakzatin.blogspot.com

Search This Blog

JOURNEY OF LIFE

Sharing Pengalaman dan Perjalanan.

TIP HOW TO

Temukan berbagai tips ditulisan ini.

ENGLISH WRITING

Belajar Menulis Dalam Bahasa Inggris.

PENGALAMAN

Bagaimana cara pengurusan dokumen.

PROFILE

Profile orang - orang yang bisa menjadi pelajaran.

Showing posts with label India. Show all posts
Showing posts with label India. Show all posts

Saturday, September 7, 2019

Indahnya Sonamarg Kashmir

photo taken on May 2019 

Photo taken on May 2019 

Photo taken on May 2019

Photo Taken on 2019

Photo taken on May 2019, Everywhere you go don't forget to worship God 

Photo taken on May 2019

Photo taken on 2019

Photo taken on May 2019

Friday, September 22, 2017

Terjebak di Delhi

Bukan photo di Delhi :D
Rute perjalanan aku ke India adalah Kuala Lumpur – Delhi. Yeah… Delhi adalah kota pertama  yang aku injak ketika berada di India dan Delhi adalah ibukota Negara India, Delhi menjadi destinasi terakhirku selama di India dengan rencana awal perjalanan adalah Kashmir – Amritsar - Delhi – Agra – Jaipur – Delhi. Tetapi rencana tersebut menjadi terbalik dan Amritsar keluar dari list karena aku tidak jadi menggunakan jalur darat, semua karena tidak ada persiapan yang matang sebelum berangkat ke India, perjalananku ke India hanya bermodalkan tiket pesawat PP dan visa, yang lainnya semua on the spot yang artinya adalah rencana dibuat pada saat berada di tempat alias direncanakan pada saat berada di lokasi (ini jangan ditiru ya sobat, sebaiknya rencanakan perjalanan  kalian dengan matang).


Thursday, September 21, 2017

Welcome to Jaipur-India

Menunggu Metro
Perjalanan ke Jaipur kulakukan dengan menggunakan bus dari terminal Daula Kuan, dari Delhi kami menggunakan Metro sampai di Daula Kuan, terminal bus berjarak sekitar 600 meter dari metro dan kami hanya berjalan kaki, jam sudah menunjukkan pukul 10.30 malam. Delhi waktu itu sangat panas sekali kurasakan, mungkin 44 derajat dengan kondisi aku belum mandi, belum makan dan hanya minum, lengkap sudah kebahagiaan hari ini, ditambah berjalan lagi selama 600 meter. kami sempat berhenti sebentar untuk membeli air mineral dan kemudian melanjutkan perjalanan.

Hiruk pikuk diterminal sudah terlihat, bus-bus berjejer dan penumpang yang menunggu bus serta para calo yang mencari-cari penumpang, kami terus berjalan mencari bus yang pantas kami naiki serta mencari penumpang yang enak untuk diajak berbicara karena kami perlu menghubungin kawan yang di Jaipur sekalian untuk meminjam HP. Mungkin karena terlalu lelah sehingga aku kehilangan keseimbangan, aku terjatuh dan orang-orang sekitar tidak ada yang peduli karena masing-masing sibuk sendiri, temanku sudah jauh kedepan. Aku kesusahan aku bangkit dan berjalan lagi, dalam hati aku merasa sangat kesal sekali kenapa temanku selalu berjalan cepat meninggalkan aku ( hey… you are the best travelmate I ever have lah hehe).

Kami menemukan buss yang kami cari dan kebetulan sekali ada satu keluarga yang enak di ajak berbicara dan mereka menaiki buss yang sama. Kami meminjam hp dia untuk menghubungi kawan kami di Jaipur, semua berjalan dengan baik dan sesuai rencana. Aku sudah duduk manis dikursi, aku lelah Tuhan.. aku tidak peduli walaupun bus ini tidak ber AC yang penting aku sudah bisa duduk dan memejamkan mata. 30 menit berlalu tapi bus masih belum berjalan dan itu membuat temanku menjadi kesal, dia bilang:” kita harus ganti bus, aku mau bus AC walaupun mahal aku tidak mau tau”. Karena aku sudah sangat lelah, aku hanya menjawab dengan nada kesal:”Terserah kamu”. (aku tau jawabanku ini membuat dia sangat kesal sekali karena dia pernah bilang kalau  dia tidak pernah suka sama orang yang menjawab terserah”.

Lalu dia turun untuk mencari buss lain, aku bisa melihat dari jendela buss dia berusaha untuk mendapatkan buss ber AC dan yang tidak berhenti lama diterminal, setelah beberapa menit berlalu dia masuk ke buss dan mengatakan:”Ayok, aku sudah mendapatkan bus lain”. Karena aku masih kesal dan lelah aku hanya menjawab:”Aku sudah tidak kuat lagi, bawakan tas aku juga”. Dengan sangat sigap dia membawa tas kami berdua. Dan lagi-lagi kami tidak beruntung karena bus tersebut tidak menunggu kami. Aku terduduk dipinggir jalan dan pasrah. Aku berkata kepada temanku:”Kalau sebentar lagi mobil yang kita naik tadi lewat, aku tidak mau naik lagi”.

Aku menunggu dipinggir jalan sedangkan temanku berusaha mencari bus lagi, tidak lama dia sudah mendapatkan bus lagi dan dengan sigap dia membawa dua tas kami kedalam bus. Kami duduk agak didepan dan tentunya lebih nyaman dibandingkan bus sebelumnya karena bus ini ber AC. Tiba – tiba temanku berkata:”Qe tau!! Aku kesal x tadi waktu qe bilang TERSERAH”. Iya aku tau dan aku sengaja mengatakan itu untuk membuat kamu kesal sama aku dan BTW thanks ya sudah membawakan tas aku karena aku  benaran sudah sangat lelah”. “Eh… tas qe benaran berat sekali ya, selama ini aku nga tau kalau tas qe seberat itu”. “Iyalah kamu nga tau karena aku terlihat gagah kan hehehe”. Besok pagi kita akan sampai di Jaipur, mari kita istirahat saja. Kamipun tertidur selama diperjalanan dan aku bermimpi bertemu Shahrul Khan (hahahahaha).

Welcome to Jaipur dan sampai jumpa dengan cerita menarik dari Jaipur. Thanks my travel mate you are the best lah. Tidak ada photo selama perjalanan karena sudah sangat lelah.


Latepost, April 2017

Thursday, September 14, 2017

Trakking di Naranag Kashmir

Duo England sedang memancing
Naranag adalah destinasi terakhir aku di Kashmir dan perjalanan ke Naranag ini tidak pernah terencanakan sebelumnya dan bahkan aku sendiri tidak tahu akan tempat ini sampai pemilih penginapan kami menunjukkan photo-photo dia selama disana. Karena tidak ada perencanaan itulah sehingga aku ketinggalan bus, bukan ditinggal bus sih tapi system perjalanan satu arah dari Kashmir ke Jammu, pada saat aku merencanakan pergi ke Jammu ternyata bus yang pergi pada hari tersebut dari Jammu ke Kashmir, jadilah satu hari lagi di habiskan di Kashmir (walaupun pada akhirnya aku tidak jadi naik bus tapi naik pesawat karena takut banyak habis waktu lagi di jalan). Akhirnya untuk mengisi waktu luang di Kashmir pergilah aku dengan temanku dan dua bule dari England ke Naranag. Semua perjalanan kami itu di bantu oleh pemilik penginapan yaitu Noor Guesthouse, thanks to Him (bahkan dia mencoba menawarkan adik sepupunya untuk menjadi calonku……….duh… nasib jomblower, dimana-mana pingin dibantuin cari jodoh).

Tuesday, September 12, 2017

Orang-orang Baik di India: Part Pertama

Mau pergi kemanapun bahkan ke ujung dunia sekalipun sesuatu yang paling berkesan adalah benda hidup, tahu tidak kalian apa itu??? Pasti tidak tahu khan!! Akupun merasa bersalah juga kalau bilang benda hidup hihiihi. Yach.. bagiku sendiri pengalaman yang paling berkesan kalau melakukan perjalanan adalah bertemu dengan masyarakat setempat, bercerita, tertawa dan berbagi pengalaman dan bertukar cerita tentang tempat masing-masing. April 2017 adalah bulan yang paling berkesan bagiku tahun ini because this is my first time to travel to India, it was my dream since 2012, my thought India adalah suatu Negara yang miskin dan penduduknya paling banyak di dunia selain itu India terkenal dengan filmnya yang aduhai, kadang-kadang aku akan menangis sesugukan dan bisa dipastikan pagi hari mataku akan kembeng sebesar bakso hehehehe.

Dikejar Supir Bajai di Agra

Rikckshaw/ bajai di jaipur
Auto Rikckshaw atau bajai adalah salah satu transportasi yang sangat mudah ditemui di India, selama aku dan temanku traveling di India yaitu di Kashmir, Agra, Jaipur dan Delhi, transportasi yang sering aku gunakan adalah Rikcshaw ( khusus Delhi aku lebih banyak menggunakan metro dan grab, lebih yakin aja naik grab karena sudah ada harga dan tidak perlu tawar menawar lagi, pernah naik rickshaw di delhi tapi kena tipu hiks. Setelah kejadian itu aku naik grab aja walaupun kadang ada kendala bahasa karena hampir semua grab yang aku naik pak sopir nya kurang bisa Bahasa Inggis, jadilah bahasa isyarat dan hah/ nehi serta chalo-chalo. Bahkan ada satu supir grab yang maksain aku buat kasih rate 5 bintang di pelayanan dia, kita yang mau cepat-cepat jadi ketahan sama dia karena dia merebut hp dan memberikan 5 rate bintang sendiri (pada saat itu sangat menyebalkan, tapi mungkin itu untuk kebaikan dia, ya sudahlah).

Monday, July 17, 2017

Noor Guesthouse kashmir India

Noor Guesthouse
Tempat yang baik untuk menginap selama traveling itu tidak hanya fasilitas kamar tetapi juga bangaimana pemilik tempat melayani kita selama menginap ditempat tersebut. Selama aku traveling di Kashmir aku menginap di dua tempat, tempat yang pertama itu lumayan jauh dari Dal Lake sehingga pada hari ke tiga aku di Kashmir aku mencari tempat baru yang dekat dengan kota dan harganya masih terjangkau di kantong backpacker seperti aku ini.

Mungkin aku dan temanku termasuk backpacker yang sedikit nekat dan kurang persiapan, kami hanya mengandalkan apa yang kami lihat aalias on the spot. Awalnya kami pikir akan pindah ke houseboat tapi agak sedikit susah karena harus naik shikara untuk menyebrang ke houseboat, akhirnya kami mencari penginapan disekitar Dal Lake saja supaya mudah kemana-mana keliling jalan kaki.

The owner and guest 
Setelah masuk beberapa penginapan, ada yang viewnya kurang bagus, ada yang pemiliknya kurang bersahabat akhirnya kami menemukan satu penginapan yang pemiliknya sangat baik dan membantu, Noor Guesthouse, salah satu penginapan yang direkomendasikan oleh Lonely Planet, aku menyukai tempat ini bukan hanya karena tempatnya tapi juga karena pemiliknya yang sangat bersahabat dengan kami. Kami juga bisa memandang kesibukan di Dal Lake dan mendengar bisingnya kendaraan di siang hari, milihat burung-burung yang dengan jinaknya berdiri dekat sekali denganku ditiang-tiang listrik disepanjang Dal Lake.

ruang kamar 
Harga kamar yang lumayan murah dan bisa nego dengan fasilitas kamar yang bagus serta pemilik yang sangat bersahabat sehingga aku betah menginap di Noor Guesthouse, yang awalnya kami hanya menginap satu malam saja menjadi tiga malam.

Pemilik Noor Guesthouse ini pasangan suami istri Kashmiri dan mempunyai seorang anak perempuan yang juga menjadi teman ngobrol kami. Mereka berbaik hati meminjamkan sim card untuk kami gunakan. Selama di Kashmir sangat susah mendapatkan signal internet, bahkan 3 hari pertama kami disana internetnya sempat down karena ada election day (tidak tahu pasti, ini kata mereka).

So….. bagi teman-teman yang ada berencana pergi ke Kashmir aku merekomendasikan Noor Guesthouse untuk menginap ya. Bisa dihubungi untuk pemesanan di alamat dibawah ini atau kalau mau on the spot juga boleh J

Noor Guesthouse Srinagar Kashmir India
Abi Buchwara Dalgate G.P.O 190001
Call 9906703367/ 01942450872

Enjoy holiday end enjoy Kashmir
Srinagar, 15 April 2017
Latepost

#JanganLupabahagia 

Drama Kelebihan Bagasi di Bandara KLIA 2

Tasnya  ngintip dibelakang, nga besar x kan

Kesal itu kenapa beda bandara beda peraturan dan keamanannya padahal masih sama pesawat. Ini menjadi drama yang menyebalkan bagiku, bagaimana tidak dari Banda Aceh – KL lolos bagasi walaupun lebih dari 7 kg, emang sih selama diruang tunggu bandara aku ada mendengar ada announcement peraturan baru bahwa tidak boleh membawa bagasi lebih dari 7 Kg tapi tidak ada pemeriksaan ketat dan aku bisa lolos.
Drama yang menyebalkan terjadi ketika aku akan berangkat ke India melalui KLIA 2, aku pikir bisalah lewat karena aku melihat banyak penumpang yang lolos tanpa ada di timbang bawaannya, kali ini mungkin agak ketat dan nasib lagi apes aja, ketika aku berjalan menuju imigrasi tiba-tiba ada petugas yang memanggil dan tasku diminta untuk diletakkan di timbangan. Ops…jadi deg degan dan ternyata kelebihan bagasi sodara-sodara tidak tanggung-tanggung 3 kg. Aku tidak diperbolehkan masuk dan harus ke loket W (kalau tidak salah) untuk membayar kelebihan bagasi, mana uang ringgit tidak cukup lagi tapi untuk saja sama travelmateku ada (sorry ya terlalu menyusahkanmu selama diperjalanan, semoga kamu tidak kapok jalan sama aku lagi hehe).
Cuma segini aja besar tas
Akhirnya aku membayar sebanyak 135 Ringgit dan tas tidak bisa masuk ke kabin, kesal dan menyebalkan memang tapi ya sudahlah rugi banyak, belum sampai India saja udah rugi dan menyusahkan, bagaimana kalau sudah disana ya? Pasti travelmateku akan sabar atau akan membunuhku hehe.
Well, dari pengalaman ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga buatku, kalau traveling itu bawa barang seperlunya saja tidak perlu angkut semua isi lemari tapi temanku bilang yang paling penting itu perlu bawa banyak uang.
Kuala Lumpur, 9 April 2017
Latepost

#janganLupaBahagia









Wednesday, June 21, 2017

Kashmir dan Tulip

Dia membayar tiket masuk ketaman tulip kemudian dia segera masuk melalui pintu yang sedikit terbuka, dia langsung terpana melihat hamparan pemadangan didepannya. Bunga tulip yang beraneka ragam warnanya dari yang merah, pink, putih, ungu dan lainnya dan dari kejauhan terlihat pegunungan yang berdiri dengan gagahnya terselimuti dengan salju dan sepoi - sepoi udara dingin yang menusuk sampai ketulang sehingga menambah suasana menjadi begitu sempurna, tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata karena ini adalah pertama kalinya dia melihat bunga tulip dan salju langsung.

Bagaimana Menuju Taj Mahal

Credit by Zatin Abdullah
Menuju Taj Mahal ya pergi ke India kemudian langsung ke Agra karena Taj Mahal itu terletak di Agra. Well…. Maksudku disini  adalah bagaimana masuk ke bangunan Taj Mahal itu sendiri guy . sebagaimana kita ketahui  untuk memasuki sebuah bangunan yang pertama kali dilakukan adalah membeli tiket, mungkin agak berbeda dengan tempat lain, membeli tiket untuk masuk ke Taj Mahal itu lumayan jauh mungkin sekitar 1 km ke Taj mahal tapi tidak apa – apa karena disediakan angkutan gratis untuk sampai ke pintu gerbang masuk.  Bagi turis yang menginap di Agra aku sarankan untuk menginap di penginapan yang dekat dengan tempat beli tiket sehingga tidak jauh berjalan tapi kalau mau menginap di tempat yang jauh juga tidak masalah sih karena menurutku Agra itu kecil dan mudah di jangkau. Waktu itu aku menginap di Bed Wiser, pemiliknya lumayan ramah jadi tinggal disitu lebih menyenangkan.

Monday, May 22, 2017

Insiden ATM di India

“Nggak usah tukar semua ke rupee, entar bisa pake ATM aja waktu di India” kata temanku waktu mau tukar rupee di Malaysia. Well… baiklah aku tukar 2 juta saja ya kataku. I trust him as an expert karena sudah sering ke luar negeri. Aku apalah cuma backpacker cilet-cilet  dan sudah tua, baru mulai traveling pada saat usia sudah mendekati uzur hahahaha.