jejakzatin.blogspot.com

Search This Blog

JOURNEY OF LIFE

Sharing Pengalaman dan Perjalanan.

TIP HOW TO

Temukan berbagai tips ditulisan ini.

ENGLISH WRITING

Belajar Menulis Dalam Bahasa Inggris.

PENGALAMAN

Bagaimana cara pengurusan dokumen.

PROFILE

Profile orang - orang yang bisa menjadi pelajaran.

Showing posts with label Ceritaku. Show all posts
Showing posts with label Ceritaku. Show all posts

Tuesday, November 6, 2018

Karena Saya Perempuan

Yeeeees I am a girl!!!!!!
Look.... this is a girl right and this is meeeee

Seperti yang terlihat di photo ini, membuktikan bahwa saya adalah seorang perempuan. yaaaaaaaa perempuan bukan laki - laki, mungkin karena nama saya adalah Zatin Abdullah sehingga saya dipikir laki - laki, padahal nama Zatin itu kan perempuan ya???? nanya !!! Kalau misalnya ada orang yang bernama Siti Abdullah, yang terpikir dikalian apa? perempuan kan? walaupun ada nama Abdullah dibelakang namanya. 

Saya rasa nama Zatin itu sudah cukup membuktikan kalau saya itu perempuan.... ohh please. Tapi nga juga ding, diantara beberapa orang ada yang mengatakan kalau Zatin itu nama laki - laki. nah looo... Jadi begini, kalau sekali dua kali yang memanggil saya mas itu tidak masalah siiih tapi ini lebih dari 3 kali, terus siapa yang salah??? bukan saya dong.

Berikut adalah beberapa pengalaman pahit dipikir laki... MasyaAllah
  1. Pernah disalah satu bank pemerintah, saya mau menyetor uang, tiba - tiba saya mendengar ada yang panggil zaini sulaiman ...... zaini sulaiman, nga ada yang bangun dong, saya lihat sekeliling pada cuek cuek saja tidak ada yang merespon, terus saya mendengar dia yang memanggil zaini sulaiman mengatakan" ops...salaah... Ibu Zatin Sulaiha... Ibu Zatin Sulaiha"... terus hubungannya Zaini Sulaima dengan Zatin Sulaiha Apa??? fix setelah itu saya tidak mau lagi membuka tabungan di bank tersebut karena pencemaran nama baik hihihihihi.
  2. Tahun 2012 saya mendapat undangan dari UNDP untuk menghadiri di workshop di Bangkok Thailand, semuanya sudah diatur dong sama pihak UNDP termasuk penginapan dan segala macamnya. terus... kesalahannya dimana? Dengan sangat PD saya memasusi Hotel Friend (hotel tempat berlangsungnya kegiatan) saya katakan saya Zatin dari Indonesia sudah dikonfirmasi dengan UNDP, resepsionis tampak mencari - cari tapi kok yaa lamaaaa sekali mungkin sekitar 20 menit sampai akhirnya dia mengatakan " I dont found name with Zatin" nah sayakan jadi bingung karena menurut konfirmasi dari UNDP bahwa saya sudah tinggal langsung masuk, sedikit panik sih tapi saya suruh lagi mereka mencari, kemudian dia mencari lagi dan dibantu oleh temannya dan hasilnya juga nihil, tetiba temanya mengatakan boleh saya melihat pasportnya..... Owalaaaahhh ternyata nama yang ditulis adalah Mr. Abdullah. tapi kan nama saya Zatin Sulaiha Abdullah. hiks
  3. Tahun 2009 saya ditugaskan oleh kantor untuk menemani konsultan dari India melakukan kunjungan kemasyarakat, si konsultan sudah sampai neh dikantor, dia duduk, sekitar hampir 20 menit, tidak menegur ataupun menyapa, saya telp boss ku dan tanya apakah konsultan sudah ke kantor, pak boss bilang sudah dari tadi. Lalu kusamperin si bapak konsultan dan bertanya " Are you waiting someone" dia bilang " yes I am waiting Zatin because he will accompany me to the village". Oh My God hahaha he is waiting for me, lalu aku bilang sama dia, saya Zatin dan dia terkejut dan bilang saya pikir kamu laki - laki. Kok bisa!!!!!!!!! karena di India Zatin itu adalah nama untuk laki - laki... Oh Tuhan kuuuu ... lagi ...lagi .. dan lagi
  4. Terus baru - baru ini, selama tahun 2018, setiap ada fasilitator yang kami undang menfasilitasi kegiatan dan setiap saya komentar di grub WA atau kirim email pasti mereka selallu bilang, iya pak zatin, terima kasih mas zatin, sampai bertemu pak.... Nah looh apa yang salah??? apakah Zatin itu tidak menunjukkan perempuan? memang sih nama di WA aku Zatin Abdullah tapikan ada photonya seorang perempuan disitu.
Jadi.... berdasarkan pengalaman - pengalaman tersebut aku belajar untuk memperjelas identitas, kira - kira nama apa yang cocok kuletakkan Ms. Zatin Abdullah, Nona Zatin Abdullah atau Adek Zatin hahaha. So..... please stop called me Abang, Pak or Mas because I am a girl 




Thursday, April 5, 2018

My 34 Wishes and Achievement

This was my wishes on 2014 after good inspirational talked with my lovely mama Laurie (the one who always inspired me to clean my heart and always be a good human being in this world). She suggested me to write.

Tuesday, February 20, 2018

Aku Sianak Lugu


Namaku Zatin, lahir dari Desa yang jauh dari kota, tapi aku beruntung punya Abi yang mempunyai pengetahuan yang sangat luas (bisa dibuktikan dengan begitu banyak majalah menumpuk di rumah, dari majalah trubus, santunan, panji masyarakat, koran dan koleksi buku - buku) sehingga aku si anak kampong ini mengetahui perkembangan luar bahkan luar negeri karena di Majalah Panji masyarakat ada artikel khusus tentang berita luar negeri. Abi adalah idola aku sampai saat ini.

Jaman dulu dirumah aku ada TV hitam putih dan setiap pukul 9 pm kita semua berhenti mengaji karena ada agenda Abi aku menonton dunia dalam berita, jadilah kita (aku dan teman teman ikut menonton berita). Berita perang dan kelaparan dari belahan dunia membentuk jiwa aku menjadi lebih peka dan ini menjadi awal kenapa mungkin aku berada disini di dunia kemanusiaan dan di keluarga aku yang 8 orang hanya aku sendiri yang berbeda haluan.

Apa yang menyeret aku kedunia yang bahkan dari kecil tidak pernah aku pikirkan? Menjadi peka terhadap kebutuhan orang lain, menjadi sigap memberi pertolongan? Dunia kampus adalah awal dari semua ini dimulai. Ketika awal memulai perkuliahaan, semua mahasiswa baru diberikan orientasi kemahasiswaan bahasa kerennya OSPEK, disitu diperkenalkan berbagai unit kegiatan mahasiswa ada unit kegiatan seni, pramuka, pencinta alam, korps sukarela dan lain – lain.

Aku yang anaknya pendiam pada waktu itu tidak pernah terpikir untuk menekuni satupun dari unit kegiatan dan yang ada dipikiran aku adalah menyelesaikan kuliah cepat-cepat dan kembali ke kampung halaman untuk menjadi guru dan mengabdi. Dan ini berbeda dengan teman aku, dia begitu semangat untuk mengikuti semua kegiatan mahasiswa bahkan dia merayu aku untuk mendaftar salah satunya tapi aku tidak mau, dia tidak putus asa dan terus merayu, akhirnya aku luluh, Walhasil teman aku mengambil formulir dan membantu aku mengisi formulir tersebut dengan perjanjian jangan harap aku mau aktif di unit kegiatan ini dan ini aku ikut hanya untuk menemani  (pada akhirnya aku yang aktif disini dan kuliah aku keteteran dan sampai sekarang  aku menghabiskan hampir separuh hidup aku untuk pekerja kemanusiaan, ini akan aku ceritakan dalam episode – episode cerita ini, sedangkan teman aku yang begitu semangat diawalnya tidak aktif sama sekali dan menyelesaikan kuliah tepat waktu serta sekarang menjadi seorang guru, apakah aku menyesal? Tidak !!!! karena jalan hidup aku memang sudah ditentukan begini dan aku menikmati bertemu dengan orang – orang baru setiap saat.

Inilah awal cerita kemanusiaan aku, Abi  yang ternyata membentuk aku menjadi seperti sekarang ini, Aku ingat waktu dulu sebelum Abi  meninggal, beliau sempat berucap “nanti adiknya yang akan selesai kuliah duluan” dan………..its so true adekku  sudah selesai kuliah tapi aku merangkak 12 tahun untuk menyelesaikan sisa-sisa perjuangan sarjana strata 1 aku, adek ku hanya berbeda 2 semester di bawah ku, nga usah dibayang ya… bagaimana morat maritnya dunia pendidikan aku, tapi ya sudahlah. Aku sudah bahagia dengan kehidupanku sekarang hehehe.

Ini episode awal keluguanku dimasa - masa dulu, entahlah duapulah tahun yang lalu yang tidak pernah aku sesali

Well … sampai bertemu di lain episode!!!

Thursday, October 20, 2016

Ceritaku dan Kopi

“Anak  perempuan kok ngopi”  ini adalah pertanyaan yang ditujukan kepadaku saat ditawarin teh atau kopi. Menurutku ini aneh, kenapa perempuan tidak boleh ngopi atau memang budaya ngopi itu adalah otoritasnya laki-laki bukan perempuan.
Well, aku yang terlahir dan besar dipelosok sudah terbiasa dengan kopi, hamper setiap pagi rutinitas kami sekeluarga itu adalah minum kopi setiap pagi yang dibeli diwarung dekat rumah, biasanya aku atau adikku yang kebagian untuk beli kopi, berat sih dan malas karena hamper tidak ada peremuan di warung kopi tapi mau bilang apa udah perintah dari boss besar (bapak) untuk membeli kopi dan pulut. Jadi kopi itu bukan hal yang asing lagi buatku, sudah kebiasaan dari kecil walaupun tidak ketergantungan, ya sekedarnya sajalah.
Jadi wajar juga ketika pindah ke kota pada saat melanjutkan sekolah kebiasaan ngopi itu masih dipertahankan walaupun nga setiap pagi. Awal – awalnya aneh kok perempuan suka ngopi tapi setelah tsunami, entah kenapa satu pertatu warung kopi didirikan mulai dari bangunannya yang sederhana sampai yang lumayan waah. Dan bisa dilihat penikmat warung kopi tidak lagi laki-laki tetapi banyak juga perempuan yang entah minum kopi atau minuman lainnya.
Aku sendiri awal-awalnya masih setia dengan kopi, mencium aromanya saja sangat kunikmati apalagi menghirup kopinya, aku tidak candu tapi kopi adalah temanku. Semakin kesini kopipun sudah mulai bervariasi, entah itu kopi madu, kopi luwak, arabika, robusta, ada pula kopi dingin, kopi es cream, kopiah (ada ya hahaha) dan semakin banyak saja penikmat kopi.  
Suatu hari kopi membuatku menjadi begitu tidak berdaya, entah kenapa kopi begitu membenciku walaupun aku masih setia,  bahkan dia membuatku lemas dan tidak berdaya. Aku tidak membenci, aku masih menikmati aroma tapi aku tidak bisa menghirup lagi (sedih)
Bulan berganti, akupun semakin rindu dengan kopi, walaupun aku bukan pecandu tapi aku mencoba lagi. Yes kopi masih mau bersahabat denganku, pelan-pelan aku menghirup dan menikmatinya, satu menit.. dua menit..tiga menit. Aman !!! akhir aku menikmati lagi kopi.
Tapi cerita aku dan kopi belum berakhir, lagi-lagi kopi membuatku tidak berdaya, aku dipaksa untuk membuka mata…. Ohhhh dalam nikmat ada penderitaan dan aku masih mencintai kopi walaupun tidak bisa menikmatinya setiap hari.

Ini ceritaku dan kopi :) 

Monday, February 1, 2016

Cerita di Pesantren

Pesantren adalah lembaga pendidikan dimana santri/ murid tinggal/ mondok, mereka menuntut ilmu agama dan memperdalam kajian keislaman mereka disamping itu juga ada pendidikan formal seperti disekolah - sekolah lainnya. Banyak lika liku sejarah disana yang selalu menjadi kisah unik dan lucu untuk dikenang sekaligus mendapat ilmu yang bermanfaat dan alumni pesantren rata - rata jago 2 bahasa asing. Memang saya sendiri tidak ada pengalaman mondok, dulu setelah tamat SMP sempat ditawarkan oleh bapak untuk menyambung ke pesantren tapi saya tidak mau karena saya lebih memilih sekolah umum waktu itu.

Friday, January 15, 2016

Aku benci kamu, Tikus !!!

Dirumah kalian ada tikus? merusak pemandangan dengan kehadirannya tidak? misalnya kita sedang ada tamu dan tiba - tiba dia lewat, suasana menjadi sunyi dan si tuan rumah melongo mulutnya, untung sang tikus nga salah masuk kesitu, suasana menjadi tidak enak, merasa jorok, campur aduk perasaaan, padahal tidak pernah mengundang tikus untuk bergabung, merusak mood saja (ini hiperbola aja ya, nga ada seh sebenarnya :) )

Sebenarnya dirumahku tidak hanya ditemani si tikus ini saja, ada gerombolan nyamuk, ada pasukan kecoak dan tentara cecak, tapi entah kenapa hanya si tikus ini yang paling ku benci. Aku sadar kami sama - sama makhluk Tuhan dan mungkinpun tikus itu tidak pernah salah sama ku tapi tetap saja benci sama dia. Sebenarnya awalnya aku sedikit bersahabat dengan tikus ini karena dia masih sopan tidak menggangguku di kamar, kupikir biarlah dia berkeliaran saja diluar, toh akupun ada kawan tapi ternyata lama - lama dibiarkan si tikus jadi bandel semakin haripun semakin bertingkah, tiba - tiba tengah malam telah menyusuppp dari bawah pintu kedalam kamar, entah apa yang dicari, makanan? aku paling malas beli makanan atau simpan makanan di kamar, kan ada kulkas, aku juga bingung kenapa dan apa yang dicari sama si tikus itu, atau jangan - jangan kameraku yang hilang itu di ambil sama tikus? mungkinkan itu jelmaan maling?? no way.

Semakin hari sikawan semakin meraja lela keluar masuk kamar seperti kamar sendiri, aku berusaha memasang kertas di bawah pintu untuk menghalangi dia masuk tapi tidak bertahan lama, tetap aja ada akalnya dan celah untuk masuk, hampir putus asa dibuatnya. Aku harus cari cara, tidak boleh dibiarkah !!!!!!!!! di pasar kutemukan semacam kapur barus yang di labelnya ditulis sangat ampuh membasmi tikus, nga tanggung - tanggung langsung kubeli tiga pack dan kusebarkan didalam kamar dan aku sudah hilang stres karena lihat si tikus itu, tapi tidak lama si tikus masuk lagi tapi kubiarkan saja karena baru karena aku yakin besoknya pasti dia nga masuk lagi tapi ternyata besok dan besoknya lagi tikuspun masih berkeliaran bebas keluar masuk dan obat itu tidak bekerja dengan baik tidak seperti yang dituliskan dikotaknya. Tikus semakin bebas aja seperti kami sharing budget membayar biaya kamar ini. seperti 24 jam kepikiran terus sama si tikus ini, harus ada solusi !!!!! tidak bisa kubiarkan ini.

Suatu hari aku pernah lihat lem tikus di jual dipasar, mungkin aku harus mencoba cara ini sebelum aku pasrah membiarkannya berkeliaran keluar masuk. aku membeli lem tikus itu, sesampai dirumah aku langsung mengoles lem tersebut di kertas karton dan kuharapkan tikus itu lengket, aku pernah membaca artikel bahwa tikus akan selalu melewati tempat yang sama setiap saatnya.

Dengan perasaan aman, tentram dan damai aku tidur, aku sudah pasrah, inilah cara terakhir yang mungkin kulakukan selebihnya kalau tidak berhasil aku sudah pasrah. tengah malam aku terbangun karena ada suara suara aneh ditelingaku dan mataku langsung tertuju ke karton yang ada lem tikusnya, tidak salah lagi, terlihat tumpukan kecil ditengah - tengahnya, horeeeee itu pasti tikus yang mencoba melepaskan diri tapi lem itu terlalu kuat. Aku terpana dan takjub, Tuhan mendengar doa hambanya yang tersiksa, usaha terakhirku berhasil, tikus sudah tertangkap basah.

Aku semangat sekali sampai tidak bisa melanjutkan tidurku, ngantukku sudah hilang dan fokus menatap tikus yang sedang menderita, akhirnya kuputuskan untuk menuliskan kisah ku dengan mu sang tikus, aku memang benci sama kamu tapi aku juga kasihan setelah kamu terperangkap, aku iba, azan subuh sudah memanggilku dan aku harus pergi shalat. Maaf karena kita tidak bisa bersahabat lagi dan gara - gara aku kamu tidak bisa melihat indahnya matahari pagi lagi, selamat berpisah dan semoga kamu tenang dialammu, maafkanlah aku.

Galau, 15 Januari 2016

Sunday, January 25, 2015

Hobby dan Lampu Teplok

Cerita masa Kecil Part 1
Setiap orang mempunyai cerita masa kecil yang selalu akan dikenang, baik itu cerita senaang ataupun cerita sedih, begitu juga dengan aku, aku mempunyai banyak cerita masa kecil yang penuh dengan kecerian dan sangat sedikit cerita yang menyedihkan, walaupun ada tapi baiknya dilupakan.

Salah satunya adalah ketika aku masih sekolah di Madrasah Tsanawiyah, waktu itu di kampungku belum ada listrik negara atau dikenal dengan PLN, masa itu masih menggunakan listrik swadaya masyarakat yang pengunaannya da batasa waktu, listrik dihidupkan mulai pukul 19.00 s.d pukul 23.00 dan setelah itu dimatikan karena menghemat.

Salah satu hobbyku waktu itu adalah membaca, semua majalah yang dibelikan oleh Abi pasti kubaca, waktu itu Abi berlangganan Majalah Panji Masyarakat dan majalah Santunan ( senangnya punya orang tua yang rajin membaca :), proud of you my father). Tapi satu hal yang meyesalkan adalah kebiasaan jelekku yang suka tidak mengembalikan buku ketempatnya sehingga menjadi sasaran kemarahan orang tua, pernah waktu itu aku disuruh menjaga burung diladang kami, aku menjaga burung sambil membaca majalah, nah kebiasaan jeleknya adalah menyelipkan buku di atap rumbia kandang ayam kami, tanpa kusadari sudah ada beberapa majalah disitu dan suatu hari kedapatan sama Abi dan beliau sangat marah, sorry my lovely father for this.

Related to this hobby, karena listrik di kamupung kami dipadamkan jam 23.00 sehingga aku belum menghabiskan buku yang lagi kubaca dan itu sangat mengganggu dan tentunya penasaran harus dihabiskan sedangkan waktu sudah larut malam, kalau membaca dengan menggunakan lampu teplok pasti nga dikasih sama Abi dan Umi karena udah waktunya tidur, Lampu teplok itu sendiri adalah hasil buatan sendiri, kami buat dari botol bekas, kami bolongin tutup, taruk kain yang digulung dan minyak lampu.

Supaya Abi dan Umi tidak tau aku belum tidur dan melanjutkan membaca, diam diam aku ambil lampu teplok dan ku bawa ke bawah tempat tidur dan melanjutkan membaca, akhirnya setelah selesai membaca buku sampai habis akupun tertidur dengan nyenyak di bawah tempat tidur tersebut.

Keesokan harinya pada saat aku bangun, kulihat teman - temanku menertawain aku (waktu itu banyak anak - anak di kampungku yang mengaji di rumah sama abi dan mereka tidur dirumah) aku tanya kenapa? mereka bilang lihat aja sendiri ke cermin.

Karena penasaran aku bergegas ke cermin, dan...............................aku hampir tidak mengenal diriku lagi, mukaku hitam dan lubang hidungku berwarna gelam ha..ha..ha ternyata efek lampu teplok, asapnya yang hitam telam membuat muka dan lubang hidungku berwarna gelap.

Setelah saat itu setiap waktu tidur pasti Ummi akan memeriksa tempat - tempat tersembunyi untuk mengetahui apakah aku masih belum tidur karena keasikan membaca.

Sungguh pengalaman masak kecil yang indah