MAKAN SUKA SUKA NULIS SUKA SUKA DAN JALAN SULA SUKA

Karena Saya Perempuan

Tuesday, November 6, 2018

Yeeeees I am a girl!!!!!!
Look.... this is a girl right and this is meeeee

Seperti yang terlihat di photo ini, membuktikan bahwa saya adalah seorang perempuan. yaaaaaaaa perempuan bukan laki - laki, mungkin karena nama saya adalah Zatin Abdullah sehingga saya dipikir laki - laki, padahal nama Zatin itu kan perempuan ya???? nanya !!! Kalau misalnya ada orang yang bernama Siti Abdullah, yang terpikir dikalian apa? perempuan kan? walaupun ada nama Abdullah dibelakang namanya. 

Saya rasa nama Zatin itu sudah cukup membuktikan kalau saya itu perempuan.... ohh please. Tapi nga juga ding, diantara beberapa orang ada yang mengatakan kalau Zatin itu nama laki - laki. nah looo... Jadi begini, kalau sekali dua kali yang memanggil saya mas itu tidak masalah siiih tapi ini lebih dari 3 kali, terus siapa yang salah??? bukan saya dong.

Berikut adalah beberapa pengalaman pahit dipikir laki... MasyaAllah
  1. Pernah disalah satu bank pemerintah, saya mau menyetor uang, tiba - tiba saya mendengar ada yang panggil zaini sulaiman ...... zaini sulaiman, nga ada yang bangun dong, saya lihat sekeliling pada cuek cuek saja tidak ada yang merespon, terus saya mendengar dia yang memanggil zaini sulaiman mengatakan" ops...salaah... Ibu Zatin Sulaiha... Ibu Zatin Sulaiha"... terus hubungannya Zaini Sulaima dengan Zatin Sulaiha Apa??? fix setelah itu saya tidak mau lagi membuka tabungan di bank tersebut karena pencemaran nama baik hihihihihi.
  2. Tahun 2012 saya mendapat undangan dari UNDP untuk menghadiri di workshop di Bangkok Thailand, semuanya sudah diatur dong sama pihak UNDP termasuk penginapan dan segala macamnya. terus... kesalahannya dimana? Dengan sangat PD saya memasusi Hotel Friend (hotel tempat berlangsungnya kegiatan) saya katakan saya Zatin dari Indonesia sudah dikonfirmasi dengan UNDP, resepsionis tampak mencari - cari tapi kok yaa lamaaaa sekali mungkin sekitar 20 menit sampai akhirnya dia mengatakan " I dont found name with Zatin" nah sayakan jadi bingung karena menurut konfirmasi dari UNDP bahwa saya sudah tinggal langsung masuk, sedikit panik sih tapi saya suruh lagi mereka mencari, kemudian dia mencari lagi dan dibantu oleh temannya dan hasilnya juga nihil, tetiba temanya mengatakan boleh saya melihat pasportnya..... Owalaaaahhh ternyata nama yang ditulis adalah Mr. Abdullah. tapi kan nama saya Zatin Sulaiha Abdullah. hiks
  3. Tahun 2009 saya ditugaskan oleh kantor untuk menemani konsultan dari India melakukan kunjungan kemasyarakat, si konsultan sudah sampai neh dikantor, dia duduk, sekitar hampir 20 menit, tidak menegur ataupun menyapa, saya telp boss ku dan tanya apakah konsultan sudah ke kantor, pak boss bilang sudah dari tadi. Lalu kusamperin si bapak konsultan dan bertanya " Are you waiting someone" dia bilang " yes I am waiting Zatin because he will accompany me to the village". Oh My God hahaha he is waiting for me, lalu aku bilang sama dia, saya Zatin dan dia terkejut dan bilang saya pikir kamu laki - laki. Kok bisa!!!!!!!!! karena di India Zatin itu adalah nama untuk laki - laki... Oh Tuhan kuuuu ... lagi ...lagi .. dan lagi
  4. Terus baru - baru ini, selama tahun 2018, setiap ada fasilitator yang kami undang menfasilitasi kegiatan dan setiap saya komentar di grub WA atau kirim email pasti mereka selallu bilang, iya pak zatin, terima kasih mas zatin, sampai bertemu pak.... Nah looh apa yang salah??? apakah Zatin itu tidak menunjukkan perempuan? memang sih nama di WA aku Zatin Abdullah tapikan ada photonya seorang perempuan disitu.
Jadi.... berdasarkan pengalaman - pengalaman tersebut aku belajar untuk memperjelas identitas, kira - kira nama apa yang cocok kuletakkan Ms. Zatin Abdullah, Nona Zatin Abdullah atau Adek Zatin hahaha. So..... please stop called me Abang, Pak or Mas because I am a girl 




Freedom for Jakub Fabian Skrzypski

Wednesday, October 31, 2018

Jakub Fabian Skrzypski is one of my friend from Poland, I known him since 2011 through a website to host people when they travel to your country. we can host them or just meet up for sharing culture, learn language etc. I love this website because even I don't travel abroad frequently but I learn culture and language to the right person. I even hosted more then 10 persons in my house from different country like America, Poland, Germany, British, Malaysia and Rusia. All of them showed good attitude, polite and good friend. 

From all of them, Jakub is special, even we known each other since 2011 but we still have good communication till now, he love to learn language, he can speak Indonesia, Java and bit Aceh ( my language). He keep contacting me whenever he travel around Indonesia, even just asked me "Pue Haba" (how are you). He like to discuss with me about humanitarian issued as he known I am working for humanitarian organization. 

We talked about conflict in Aceh, he asked me a lot and sometimes I cant answer it and when I am stack with his curiosity or even bored then I asked him " why do you asked me about this and why do you want to know about conflict in Aceh?. He said "I want to compare between Papua and Aceh or other place I have visited about conflict and why that happened" Then I asked him again " what are you doing in Papua, he said" Just jalan - jalan (traveling) visiting remote villages to see the true Papua.

I still remembered his question about to chose destination to travel" would you tell me a bit, how did you make the choice of place to visit and how did you like it" when I told him I want to visit India next year. I explain my reason:
I explain how is the idea to visit India then I told him the most important for me while travel is to meet people  and sharing about thing, sharing smile and story this is the best part. I like the process of every moment, I like when I have to carry my heavy bag and walk fast. most of that to re charge mind to be fresh.
Then Jacob said " I have been doing similar things, with similar idea".
Our last communication was on August 2018,  he send me several picture of book about Aceh and asked me who is the people on the picture. I suggest him to visiting Aceh but due to his short money he has, so he cannot visiting Aceh right now. he visited Aceh on December 2015.

Then after that date I never hear from him anymore, and I almost forget him because of my work then I remember him  suddenly on September 14, 2018. Why he never inform me what happening, I known he is in Papua still because he told me he was in Sentani Jayapura. I text him on his what apps and he never read it. I felt worried then I tried to search on google "turis polandia di papua" (Polish in Papua) what make me shock is he as in prison in Jayapura now. He was arrested in Wamena in late August 2018 on suspicion of being a journalist. Police allege Jakob met with members of an armed pro-independence Papuan group, and was involved in an ammunition deal. To see someone picture with gun on on his social media is not evidence to accused that person belong to separatist 

I am not his supporter, I am just his friend who communicated with him since 2011 and i feel there is a mistake to put him in jail, because:
  1. He is just a tourist not a journalist 
  2. He just traveling, taking picture and talking to people, as he told me he just "jalan - jalan" (traveling) visiting remote village and to see the true Papua and on his this visit (maybe) he have met with OPM people and I don't think he was joint the separatist. 
  3. He love to learn about culture and language so i think this is nothing wrong to meet with thus people to satisfied his own curiosity. That wrong because that is PAPUA. 
  4. He travel with short money so how he can support ammunition to them ( that is not reasonable) - I dont know maybe police have their own reason for this 

So for humanitarian reason I hope police to be wiser to Jakob so he will have his right to be free from jail and back to Poland to meet his friend and family.

FREEDOM FOR JACOB SKRZYPSKI

Jacob - source media online 

For more information you can read on this:
http://savejakub.blogspot.com/2018/10/free-jakub-please.html

https://www.radionz.co.nz/international/pacific-news/366106/call-for-release-of-papuan-man-and-polish-citizen-charged-with-treason

https://www.thestar.com.my/news/world/2018/08/30/indonesia-detains-suspected-polish-journalist-in-papua/

https://www.vice.com/id_id/article/zm5nk9/turis-polandia-dituduh-bantu-makar-di-papua-padahal-terindikasi-dia-cuma-wisata-ekstrem

Share this if you care

abu mudi ulama kharismatik aceh

Monday, October 29, 2018

Abu  Mudi captured by Amad Al Qusyairy 
Aceh terkenal dengan nama Serambi Mekkah dan ini menandakan kentalnya nuansa keislaman di Aceh.  Banyak remaja Aceh yang pergi ke dayah - dayah untuk mondok menimba ilmu selama bertahun - tahun dan apabila ada yang berhasil maka akan kembali kekampung halaman untuk mengembangkan pengajian disana. Aceh menjadi pusat kajian keislaman di Indonesia, bahkan sangat aneh kalau ada orang Aceh yang tidak bisa membaca Al Quran ataupun tidak mengerti hukum Islam (walaupun sekarang banyak kita jumpai orang Aceh yang tidak bisa mengaji). 

Selain itu juga Aceh memiliki begitu banyak ulama - ulama yang terkenal dengan hasil tulisannya yang bisa menjadi bacaan bagi semua umat islam. Ulama sangat dimuliakan di Aceh dan itu dilakukan sendiri oleh Sultan Aceh Sulthan Iskandar Muda, beliau sangat menghormati ulama dan menyediakan semua fasilitas untuk digunakan oleh para ulama. Sampai sekarangpun banyak ulama yang menjadi panutan umat yang menyampaikan ilmu keislaman, sebut saja salah satunya adalah Abu Mudi dari Samalanga Kabupaten Bireuen yang mempunyai sekitar 7000 murid yang sedang belajar disana. Selain itu juga Abu Mudi juga mengajar ditempat lain bahkan sampai ke Malaysia, baru - baru ini sekitar beberapa bulan yang lalu, Abu Mudi juga mengisi  pengajian Tastafi (tasauf, tauhid dan fiqih) di Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh Setiap malam Sabtu awal bulan. Sebelumnya pengajian in idiadakan di Meunasah Kampong Baro tapi karena antusias jamaah yang semakin meningkat sehingga tidak bisa menampung jammah sehingga di pindahkan ke Mesjid Raya Baiturrahman.

Siapakah Sebenarnya Abu Mudi?
Mungkin hampir semua orang Aceh mengenal nama beliau walaupun belum pernah bertemu, saya pernah bertemu sekali pada waktu mengantar adik ke dayah, beliau sangat bersahaja dan sederhana dan saya selalu mengikuti pengajian rutin setiap bulan di Banda Aceh. Dengan bahasa yang sangat ringan dan dipahami oleh orang awam. Saya selalu kagum dengan beliau, baik dari cerita orang, keluarga maupun pada saat mendengar kajian dari beliau sehingga keinginan untuk menulis tentang beliau semakin besar dan saya terus mencari tahu tentang beliau. Dari berbagai sumber akhirnya saya mendapatkan informasi yang akan saya bagi disini.

Nama lengkap abu Mudi yaitu Tgk Hasanoel Bashry dan menurut informasi dari dari adik saya Abu Mudi adalah seorang ulama dayah salafiyah dan memegang teguh ahlulsunnnah waljamaah. Abu Mudi merupakan menantu dari Tgk H. Abdul Aziz (Abon) sebagai pemilik dayah. Abu Mudi lahir pada tanggal 21 Juni 1949 di desa Uteun Geulinggang Kreung Geukuh. Abu mudi merupakan sosok ulama yang tegas terhadap apa yang dikatanya, karena kearifannya Abu Mudi menjabat sebagai ketua HUDA sekarang. karena keteguhannya maka setelah Abon wafat maka Abu Mudi memimpin dayah sampai sekarang.

Disamping mementikan pendidikan agama Abu Mudi juga mengembangkan pendidikan umum, ini terbukti dengan adanya sekolah - sekolah dan perguruan tinggi di dayah Mudi Mesra, kiprah beliau tidak berhenti sampai disitu, beliau juga melakukan kerjasama dengan negara Brunai Darussalam dan Malaysia.

Dengan perkembangan yang sangat pesat seperti ini, harapannya ulama - ulama di Aceh itu menjadi penasehat pemimpin dalam mengembangkan amanat rakyat dalam membangun Aceh, dengan adanya peran yang besar dari ulama yang mengerti tentang hukum islam saya yakin Aceh akan aman, makmur dan jaya dan diakui oleh dunia sebagai wilayah yang beradap. Sungguh besar sekali peran ulama, seandainya pemimpin Aceh seperti Iskandar Muda, yang sangat menghormati ulama InsyaAllah Aceh akan kembali jaya.

Semoga Abu Mudi dan ulama Aceh lainnya diberi kesehatan oleh Allah SWT sehingga bisa menjadi penasehat bagi kaum penguasa dan Aceh terlindungi dari mara bahaya, Amin

Abu Mudi pada saat pengajian tastafi di mesjid reya captured by Amad Al Qusyairy




Jamaah pengajian tastafi di Mesjid Raya captured by Amad Al Qusyairy

segarkan sakit kepala dengan secangkir kopi

Today is like a monster day for me, semenjak tadi malam saya merasakan sakit kepala sebelah yang nyerinya sangat luar biasa dan betul - betul mengganggu waktu istirahat karena tidak bisa tidur dengan nyenyak, sakit sekali rasanya dan bertambah sakit lagi karena sendirian di perantauan. padahal besok harus bekerja karena hari Senin. Untung ada paracetamol jadi membantu sedikit untuk bisa tidak walaupun tidak nyenyak tapi tidak harus bergadang karena sakit kepala. 

Pagi - pagi terbangun dan tetiba kepala masih sakit saja tapi aku tidak mau istirahat dirumah, dengan sedikit hoyong aku ke kamar mandi untuk siap - siap berangkat ke kantor, dengan memesan grab akhirnya aku sampai di kantor dengan selamat tapi tetap saja kelihatan pucat, aku tau ini karena beberapa teman menyapaku seperti aku kurang sehat.

Well.... aku buka laptop untuk memulai bekerja tapi apa daya tenyata sakit kepala ini tidak bisa tertahankan, mata seperti berkunang - kunang dan perlahan air mata mengalir dengan indahnya, ini bukan air mata kesedihan karena diperantauan tapi biarlah air mata ini mengalir untuk mengurangi rasa sakit. Aku sempat tertidur sambil telungkup di meja karena sumpah..... sakitnya kepala ini tidak tertahan. Hampir 30 menitan aku tertidur dan terbangun, rasanya tidak ada perubahan, masih sakit dan sedikit hoyong.

Tetiba aku melihat ada kopi diatas meja, aku berpikir mungkin kopi ini bisa menjadi obat, barang kali ya, obat rindu sekaligus bisa jadi obat sakit kepala. Bismillah semoga ini bisa menjadi obat, aku menyeduh kopi dan meminumnya secara pelan - pelan dan tadaaaaaa. ...... Tetiba mataku menjadi segar bugar dan kepalaku tidak painful lagi. Alhamdulillah ini yang kunamakan sakit kangen dicampur sakit kepala.

obatnya hanya sesachet kopi ulee kareng hehe


The Journey of Two Polish Girl in Aceh, Indonesia

Friday, October 19, 2018

One of my hobby is to learn language, specially English language. At the beginning its difficult for me because limited friend to talk with in English also my accent is so Achenese,  even when I speak in Indonesian language my accent still so Achenese. while I was at school one of my lecture said to me like this "lage kameng eek ateuh batee" that time I was so sad I almost cried but then I looked into his eyes and my eyes said I will show you one day English language is not a problem anymore for me.
June 2012 I got an email from Goha a polish girl who studied Indonesin language in Jogjakarta. in that email she said she will travel Aceh with his friend Tamara. that was a good news for me and I accepted them in my house ( i hosted them) there is two reason: 1. I want to promote Aceh to foreign people; 2. This is a good way to learn language direct with native. We change each other phone number. Then the story begin:

One day I got text from Goha and she said they was on their way to Aceh. That I though they used flight that why I reply" If you were at airport don't forget to text me back" I did't get any reply back. even it was change to next day. I thought why they did't reply me or maybe they canceled their plan to Aceh. so I called Goha to make sure myself. Did you travel to Aceh and she said they were on their way to Aceh, not on flight? no we didn't because we used hitchhike. ehmmmmm miscommunication lol. They just arrived in Medan and on my thought they will reach Banda Aceh at 8 pm.

Tamara and Goha at floating boat Banda Aceh
It was 8 pm but they didn't contact me yet, I was so scare maybe something happened to them so I texted Goha and she said they reached Lhokseumawe, ehm I felt save Alhamdulillah. From Lhokseumawe to Banda Aceh about 5 house so they will arrive in Banda Aceh around 1 am (midnight). Well I have time to rest for awhile. I told them I will waiting them at Rex Peunayong, then i felt sleep. I wake up at 2 am but I dont get any news from the girl. It was 2 am and me going out ? Oh my god,how I can go out at 2 am to main town. Suddenly I got text from Goha and she said they are to reach Peunayong soon at 3 am. This really horrible plan and miscommunication among us. I have to find way. Then I remember a friend of mine, his name Agung and hopefully he didn't sleep yet. Lucky me Agung still awake and I beg his hel p to accompany me to Peunayong to pick up Goha. We both went to peunayong at 3 am and we didn't find anyone there. Suddenly a car stop there and there were 2 Polish girl. Thank God. finally. .... They looked tired with 2 huge backpack. I said thank to driver and finally we were going to my home with motorbike. I reached home around 4 am, felt so sleepy. Time to sleep for a better energy tomorrow around Banda Aceh.

Next morning, we planed to make itinerary while there were in Aceh, because they just spent a day in Banda Aceh so I had to make it good so they can known Banda Aceh. So here was the itinerary for them: Aceh Museum; Tsunami Museum, Great Mosque, Mass Grave, Floating Boat, Boat on the roof top of the house and Lhoknga beach.

The first place we visited was  rumoh Aceh (Aceh traditional house), they were very interested. They were ask many questions which I could answer lol. Then we went to tsunami museum, there we watched documentaries movie of the tsunami  and look around, then we walked to coffee show near by the museum in Back Jade cafe while that I had change to learn a little Poland language which is I forgot all now. its 1:00 pm, meaning that I have to do Zuhr prayer, then we went to great mosque (Mesjid Baiturrahman). They have provided the hijab because i told them if you came to Aceh you have to wear not open clothes and just bring hijab and they respected the role, when we arrived to the mosque I helped them to put hijab. A secury guard came to us and asked me they are muslim or non - muslim, I said no the He remain me to not allowed then enter inside the mosque because non muslim not allow enter the mosque, they said yeah we just look around while you were prayer. Then I took ablution and prayer. After praying I heard there was a little noise, Oh God...... Goha and Tamara entered mosque and the guard so anger to me. I just finished my prayer ans suddenly he was so angry to me because that two girl entered mosque. Of course I told them to not entered to mosque but they were very impressed with the mosque which vilanny made them inside. I bag sorry to guard and he not should angry at me because i have reminded them to not enter but they themselves entered the mosque. I felt like so annoying with this guard guy huh.

I took ablution and prayer, after praying I heard there was a little noise, O Allah, they were both in the mosque and of course I was the target of the guards' anger, I reminded them not to enter but they were very impressed with the mosque, which finally made they go inside. I'm sorry and annoyed at the security guard why should he be angry with me? I have reminded them not to enter but they themselves entered.

Coming out from the yard of the Baiturrahman, me, Agung, Goha and Tamara laughed badly for our silliness and because of I was the target of the security guard's anger. I asked them why they entered the mosque they said they were interesting and just looking around and while in Turkey there were allow to enter the mosque. They said why the guard got so anger to me not to them. We walked while talk and laugh.

coming out of the courtyard of the mosque, the four of us laughed badly at the silliness and I was the target of the security guard's anger, I asked why they entered the mosque even though I reminded them, they said they wanted to see - see in the mosque and the security guard should not be angry - angry with you because you reminded us, we walked again towards the museum laughing and telling stories.

They said Aceh people is good and friendly and they were no lying, before they visited Aceh some of their friend were reminded and banned them to Aceh because people there was rude and there was an Islamic Sharia but they proved that Aceh was a safe and friendly place to visit. Even they never hears of any boys whistling when they pass, not like other places in Indonesia they have visited, many guys whistling with no respect ( this is their idea not me, please no offended.

Time was 4 pm and they continue their journey to Sabang, and for the places that have not beeb visited will be visited after return from Sabang. I drove them to port and they boarded with fast ferry to Sabang.

The moral from this story is:

  1. Respect other people 
  2. Make a new friend is make your life more colorful 
  3. my English language is not good but I am trying to write it in English, correct me if you know there is some mistake ( i know there is  a lot)
  4. You will not change yourself when you respect other people's culture
Note: I ever write this in my other blog but in bahasa Indonesia and I was delete that blog 

Kendari, 18 Oct 2018
Missing Aceh badly 
Love
Zaza






AIR TERJUN BLANG KOLAM - ACEH UTARA

Wednesday, September 19, 2018

Untuk melihat atau mendapatkan sesuatu yang menarik dan luar biasa tentunya harus ada pengorbanan karena semakin besar pengorbanan maka akan semakin indahlah yang dinikmati. Begitu juga dengan air terjun Blang Kolam, untuk mencapai ke air terjun harus melewati ratusan anak tangga, lelah pasti tetapi akan terbayar ketika sampai dibawah akan terlihat air terjun yang begitu indah, rasa - rasanya tidak sanggup untuk naik lagi ke atas karena dijamin pasti pegal dan encok. Tapi rasa capek dan lelah itu akan terbayar dengan pemandangan yang indah. note: tidak disarankan untuk kalian - kalian yang tidak sanggup naik turun tangga ya karena perjuangan ini berat. Saya saja capeknya luar biasa dan pada saat pertama x saya kesana saya berjanji tidak akan kembali tapi ternyata saya sudah 2 kali kesana dan masih pingin lagi kalau ada yang mengajak. 


Ini adalah air terjun blang kolam yang dimaksud, indah bukan dan sangat cocok untuk dinikmati bersama keluarga tapi harus dipikir dulu perjuangan untuk mencapainya.
Air terjun blang kolam
Blang Kolam itu terletak di Kecamatan Nisam Aceh Utara, sangat saya jangkau karena dekat dengan rumah, Pertama x saya ke Blang Kolam pada tahun 2010, kebetulan waktu itu ada teman saya dari Amerika bernama Sarah menginap dirumah. Jadi saya pikir ini adalah kesempatan untuk bermain kesana sekaligus memperkenalkan Aceh kepada dia. Kami pergi rombongan dan menyewa mobil pick up. dengan mempersiapkan makanan ala kadar pergilah kami berliburan ke Blang kolam.


Melaksanakan kewajiban - 2010
Air Terjun Blang Kolam sudah di kelola, tapi saya tidak begitu pasti siapakah yang mengelola, apakah pemerintah atau penduduk setempat, ini dibuktikan kami harus membayar karcis masuk. Tapi walaupun begitu, terlihat bangunan yang tidak terawat dengan baik (diatas sebelum turun ke air terjun) dan diair terjun itu sendiri tidak ada fasilitas apapun, masyarakat menjual dagangannya masing - masing. dan kalau kita hendak melaksanakan shalat ya seadaaanya tempat seperti ini. 
Sarrah dan Tia sedang menikmati air terjun

Bawalah makanan dan minuman karena tidak dijual dibawah atau terlalu mahal untuk hanya sebotol air mineral
Anak-anak sangat menyukai air terjun 

Perjuangan untuk naik ke atas

ADO WAGnya Orang Aceh

Wednesday, August 22, 2018

Awak Droe Only atau lebih dikenal dengan ADO adalah salah satu whatapps grub yang terkenal dikalangan masyarakat Aceh yang tersebar diberbagai daerah di luar Aceh bahkan di mancanegara, seperti yang bisa dilihat dari no HP yang digunakan oleh anggotanya, ada orang Aceh di Iran, Amerika, Eropa dan negara di Asia, 

ADO itu sendiri digagas oleh orang Aceh asli, beliau saat ini berdomisili di Jakarta tapi kepeduliannya terhadap Aceh tidak diragukan lagi, seseorang yang berinisial TYD, mempunyai pengalaman diberbagai organisasi kemanusian, atas rasa kerinduan dan kepeduliannya tentang Aceh maka lahirlah WAG ADO pada tahun 2014 dan dilegalkan pada tahun 2016 dengan akte Notaris LILA TRIANA, SH., M.Kn. No. 15 Tahun 2016 dengan nama ADO sebagai sebuah lembaga nirlaba dan  nir politik yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan.

ADO merupakan wadah komunikasi dan informasi antara sesama Pekumpulan/ Yayasan/ Komunitas masyarakat sipil Aceh yang menempatkan upaya advokasi terhadapa berbagai permasalahan rakyat dalam upaya pemberdayaan dan penguatan masyarakat. Sampai saat ini ada sekitar 232 anggota ADO yang mempunyai profesi bermacam - macam, dari rakyat biasa sampai anggota dewan dengan tujuan penguatan masyarakat Aceh pada khususnya.

Untuk mengatur kegiatan ADO dibuat suatu Qanun KAS: setiap anggota mendonasikan 10.000,- secara ikhlas setiap bulan melalui rekening ADO atau bisa langsung diberikan kepada bendahara. 

Sejak digagas dari tahun 2014 sampai sekarang, ADO sudah melakukan berbagai macam kegiatan kemanusiaan selama ini, seperti:

  1. Mengadvokasi, membantu, menfasilitasi, mengevakuasi ke Rumah Sakit di Jakarta atau Remah Sakit yang dirujuk oleh rumah sakit di Aceh untuk pasien dengan riwayat penyakit tertentu.
  2. Menggalang dana dan menyalurkannya kepada masyarakat Aceh yang tertimpa musibah, seperti: gempabumi, banjir, kebakaran dan lain lain 
  3. Bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk mengadakan aksi donor darah secara rutin untuk anggota komunitas dan masyarakat umum lainnya
  4. Menggalang dana dan menyalurkannya untuk masyarakat Aceh yang kurang mampu ekonomi melalui programnya “Cet Langet” dan “Superstore” yang dilakukan oleh saudara Edi Fadhil.
  5. Membantu pengrajin UMKM Aceh dalam hal membeli dan memasarkan produk mereka di level Nasional di Jakarta, dengan dana patungan dari anggota ADO.
  6. Mengkampanyekan Donor Darah, Anti kekerasan terhadap Anak dan Perempuan di Aceh, dan Pemilu Damai di Aceh.
Inilah beberapa aksi yang sudah dan akan terus dilakukan oleh ADO dan tentunya kita menunggu dan mendukung kegiatan heroik ADO lainnya.

Source: TYD


Dosen Idola: DR Abdul Gani Asyik

Thursday, August 2, 2018

Rektor USM: Pak DR. Abdul Gani Asyik
Umurnya sudah beranjak senja, sudah melebihi angka 80 tahun tapi giginya masih rapi dan senyumnya selalu manis kepada anak didiknya. Ketika masuk kedalam kelas selalu berjalan dengan tegas dan pasti, perlahan dengan pakaian yang selalu rapi. Buku yang disampul dengan koran tidak terlihat kucel atau jelek, mungkin buku tersebut sudah digunakan puluhan tahun oleh beliau, terlhat memang beliau itu pencinta buku dan sangatlah pintar.

Jamhir Safani: Sosok Ketua Forum PRB Sulawesi Tenggara

Wednesday, August 1, 2018

Dr. Eng. Jamhir Safani, S.Si., M.Si - Ketua F-PRB Periode 2018 - 2022
Provinsi Sulawesi Tenggara terletak di jazirah Tenggara Pulau Sulawesi yang secara geografis berada di bagian Selatan Garis Katulistiwa. Provinsi Sulawesi Tenggara, sejak tahun 2014 terdiri dari 14 Kabupaten dengan luas daratan secara keseluruhan 38.140 km2 atau sekitar 25.75% dari keseluruhan luas wilayah, sedangkan sebagian besar lainnya adalah laut, yakni seluas 110.000 km2 atau sekitar 74.25%, kini telah berkembang menjadi 17 kabupaten kota oleh kebijakan pemekaran wilayah.


Tip Perjalanan Ala Backpackeran

Tuesday, July 31, 2018

Masing - masing kita punya definisi sendiri terkait dengan apa itu backpacker, kalau menurut saya sendiri backpacker itu adalah melakukan perjalanan dengan biaya yang murah, bersifat mandiri dan membawa barang yang ringan dak tidak terlalu banyak, karena bersifat mandiri sehingga bisa mengatur diri sendiri, apakah mau leha - leha atau melanjutkan perjalanan ketempat lain sesuka hati tanpa harus tergantung kepada orang lain atau travel agent, memang setiap perjalanan itu ada kelebihan dan kekurangan dan saya tidak mengatakan perjalanan dengan backpakeran itu lebih baik, jadi itu tergantung kita masing - masing, tapi kalau saya sendiri lebih memilih backpakeran jadi bisa menikmati me time yang lebih baik.

So.... Sudah bisa dipahamikan? bahwa backpacker itu bukan semata - mata karena biaya yang minim, tidak mandi dan terus berjalan kaki. Backpacker itu adalah Me Time, jadi kamu bisa sesukamu membuat perencanaan perjalanan terhadap dirimu sendiri. Ini hanya salah satu metode perjalanan dalam menghabiskan waktu liburan dan menyenangkan dan menenangkan diri dalam mencari jati diri dan merefresh kembali pikiran yang sudah terkotak kotak.

Prinsipnya seorang backpacker itu membawa barang sesedikit mungkin, mendidik diri sendiri dengan menguji kesabaran dan iman (apa hubungan yak? haha) dan perjalanan secara murah.

Menariknya lagi, perjalanan secara backpacker ini kita memegang kendali penuh terhadap jadwal perjalananya, bisa menikmati sepuasnya tanpa ada batasan waktu, semuanya bebas tidak ada yang mengatur. Seorang backpacker harus menghormati budaya dimana dia pergi, bersifat sopan santun, bertutur bahasa dengan sopan, mengenakan busana yang sopan dan tidak berdandan yang berlebihan dan lebih bagus lagi berbaur dan tinggal dengan masyarakat setempat dan menghormati budaya mereka sehingga bisa diterima hidup berdampingan dengan mereka. Inilah yang membedakan backpacker dengan wisatawan biasa, nilai pendidikan dan pengalaman, bagaimana seorang backpacker melakukan perjalanan secara mandiri dimulai dari perencanaan dengan mencari informasi penelitian yang mendalam tentang tempat yang ingin dikunjugi baik itu objek wisatanya, penginapan, budaya, bahasa, kondisi sosial dan bersenang-senang.

Ada beberapa tips yang perlu diketahui  sebelum melakukan perjalanan ala backpackeran, seperti:

  1. Carilah informasi sebanyak mungkin tentang tempat yang akan dikunjungi 
  2. Bawa barang yang diperlukan dan sebisa mungkin yang ringan 
  3. Pastikan penginapanya selama ditempat tujuan, bisa dipastikan jauh - jauh hari, kan banyak aplikasi yang bisa di cek.
  4. Menjadwalkan perjalanan sedetail mungkin.
  5. Catat semua dokumen yang perlu dibawa
  6. Hubungi kenalan atau cari kenalan di lokasi tujuan perjalanan
Tips ini sangat berguna untuk diterapkan, tapi.... pengalaman backpacker saya amburadul ketika melakukan backpacking ke India, dan berikut ini akan saya share.

Jadi perjalan ke India itu sudah saya beli tiket jauh - jauh hari, biasalah berburu tiket murah, namun saya belum bisa pastikan akan pergi atau tidak karena teman saya juga belum pasti akan berangkat juga dikarenakan kita sibuk dengan kegiatan masing - masing, singkat kata tgl 6 April 2017 baru kita pastikan berangkat karena dia baru mendapat izin dari kantornya dan pada tanggal itu juga saya sedang ada tugas menfasilitasi keluar daerah, karena keberangkatan kita itu pada tanggal 8 April 2017 sehingga dengan sangat buru - buru kita kembali ke Kota saya dari tempat tugas dan dia dari tempat kantornya berada, persiapan kita waktu itu hanya tiket, visa dan itenary secara umum yang saya siapkan. Sampai di rumah saya langsung packing hanya beberapa baju yang kira - kira diperluakan untuk 14 hari perjalanan, dengan bermocalkan sebuah ransel akhirnya saya siap untuk backpackeran, Banda Aceh ke Kuala lumpur lolos dan... petaka terjadi dari bandara KL ke India ternyata saya kelebihan barang, lebih dari 7 kg yang itu artinya saya harus beli bagasi (tips saya no 2 gagal total) tas saya saja sudah berat belum lagi ditambah isinya.

Perjalanan aman dan sampai di India dengan selamat, karena tidak ada kenalan di India, maka pendekatan di bandara/ ruang tunggu sangat diperlukan haha. Terlihat ada seorang lelaki Kashmiri yang gandeng sedang berdiri diruang tunggu, teman saya langsung mendekatinya dan bertanya - tanya tentang Kasmir, memang nasib lagi baik, tidak hanya ganteng tapi pemuda tersebut (Omer) sangat baik dan sangat membantu kita, kita sama - sama dari bandara dan dia menanggung sebagian biaya angkutan dan yang asiknya lagi dia mengundang kita dinner bareng di malam terakhir kami di Kashmir, tips nomer 6 berhasil kami terapkan bahkan di Jaipur juga berhasil metode ini.

Itenary saya ada beberapa yang berubah,a da tempat yang sudah direncanakan tidak berhasil dikunjungi seperti Amritsar tapi ada tempat yang tidak direncanakan berhasil saya lalui dengan sempurna, jatuh bangun di salju tapi tidak dibantu malah ditertawakan oleh teman saya, saya sendiri perempuan tidak sanggup mengimbangi 4 lelaki gagah yang langkahnya sangat lebar (teman saya, 2 British - menginap di penginapan yang sama dan guide Kasmiri). Ada hal yang membuat teman saya kesal itu saya selalu lupa bawa catatan itenary ketika kita jalan, selalu tinggal dipenginapan haha. Alhasil jadwal sudah saya detailkan tapi masih saja berantakan, dibalik itu Me Time saya sangat dapat, berteman dengan orang lokal, bercanda dengan penjual kahwa di pinggir jalan, dikejar - kejar pengemis dan bapak supir yang sangat baik. Kita mencari mobil sembarang saja dijalanan, tawar menawar kalau cocok kita ambil kalau tidak kita jalan lagi sampai akhirnya bertemu dengan si Bapak yang sangat baik dan harga sewa kendaraannya pun sangat murah untuk kami.

Perjalanan ke India memang sangat berkesan dengan cerita cerita lucu bertemu dan berkenalan dengan penduduk lokal, bagian yang paling mengesankan adalah ketika Omar menebak usia saya 24 tahun wakakakakaka. Cerita tentang Omar sudah saya tulis di blog ini.

Travelinglah sehingga engkau akan tau bagaimana sebenarnya kebenaran dari sebuah kehidupan, tantangan dan belajar dari banyak orang tentang apa sebenarnya yang kita cari dari hidup ini, uang? ketenaran? kemewahan? atau ketenangan dan keikhlasan.

Sulawesi Tenggara
Rindu traveling lagi 
Powered by Blogger.

Contact Form

Name

Email *

Message *

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS