Surat Untuk Calon Suami

Thursday, 9 February 2017

Dear  Calon Suami
Ini adalah surat cinta pertamaku untuk kamu, dimanapun kamu berada , siapapun kamu, semoga cinta kita akan semakin mendalam dan suatu saat nanti kita akan bertemu dipelaminan. Aku menulis ini agar kamu mengerti tentang aku dan kamu akan tau bagaimana pernikahan yang aku inginkan dan bagaimana kita akan menjalin kehidupan kedepannya begitu juga harapan-harapanku tentang kamu, semoga kamu tidak keberatan ya. Jangan lupa bahagia hehehe.


Well... Pertama kali aku akan bercerita sedikit tentang siapa aku dan bagaimana kehidupanku, semoga ceritaku ini tidak menghentikanmu untuk melamar aku ya, siapapun kamu dan dimanapun kamu berada, calon suami. Aku perempuan biasa, yang belakangan ini  hampir 13 tahun menghabiskan masa hidupku untuk kemanusian, Kamu tahu Tsunami Aceh tahun 2004 khan? disitulah awalnya aku bekerja dibidang kemanusiaan, rasanya ingin berhenti dari rutinitas itu, tapi aku menunggu kamu datang calon suami. Setelah ini aku hanya ingin mengabdi kepadamu, itu yang utama. Aku hanya perempuan biasa dan sederhana, kalau kamu mengharapkan kekayaan dan harta, jujur saja aku tidak punya, orang tuaku bukanlah pengusaha kaya raya, tapi mereka adalah orang tua yang luar biasa bagiku, mendidikku dengan kesederhanaan dan membahagiakan aku dengan kasih sayanng dan cinta. Yach hanya itu yang aku punya "kasih sayang dan cinta". Aku hanya perempuan biasa, kecantikan tidak ada padaku tapi bukankah cantik itu bukan sesuatu yang terpenting bagimu bukan? 

Dear Calon Suami
Apa yang kuharapkan dari kamu juga sangat sederhana, aku tidak meminta kamu untuk memberikan harta yang berlimpah, cukup cinta dan kasih sayang yang kuminta, bagaimanapun nantinya kita dalam kesusahan tapi kita bisa melewatinya dengan kebahagiaan, bukankah dunia ini fana dan kita tidak perlu merasa sedih kalau kita masih bisa tersenyum bahagia. percayalah kita akan melewati semua ini berdua, kamu dan aku. 

Dear Calon Suami
Smart  and down to earth, supaya apa? agar aku bisa selalu bahagia, bukan aku memilih orang yang pintar tapi kadang-kadang dalam hidup itu harus memulih, karena setiap keputusan yang diambil harus menjadi komitmen untuk dijalankan di masa depan. Pintar dan sederhana adalah kombinasi yang sempurna menurutku, aku tidak suka kalau kamu terlalu menilai orang lain, we are human and not good to judge other, karena kita sama-sama manusia jadi baiknya kita urus saja kehidupan kita berdua sayang, semakin banyak kita membicarakan orang lain semakin susah hidup kita. well sayang, hanya ini saja yang kuinginkan dari kamu.

Dear Calon Suami
Jangan Panik dengan mas kawin, aku tidak pernah meminta lebih, hanya keberaniamu untuk memintaku kepada orang tuaku yang akan menjadi orang tuamu juga. Kenapa kamu harus takut dengan mahar yang ber mayam -mayam itu? kalau kamu serius dan mencintai aku, datanglah meminang, bukankah aku hanya memintamu menghafal Surah Ar-Rahman sebagai mahar. Hidup akan sulit dan menyiksa kalau kita berpikir begitu. Siapapun kamu, kalau ada cinta dihatimu, datanglah.

Dear Calon Suami
Ini suratku yang pertama untuk kamu, dimanapun kamu berada, bacalah dan aku menunggumu dan akan kukirimkan surat-surat yang lain.
I Love You
















No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Contact Form

Name

Email *

Message *

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS