Kashmir dan Tulip

Wednesday, 21 June 2017

Dia membayar tiket masuk ketaman tulip kemudian dia segera masuk melalui pintu yang sedikit terbuka, dia langsung terpana melihat hamparan pemadangan didepannya. Bunga tulip yang beraneka ragam warnanya dari yang merah, pink, putih, ungu dan lainnya dan dari kejauhan terlihat pegunungan yang berdiri dengan gagahnya terselimuti dengan salju dan sepoi - sepoi udara dingin yang menusuk sampai ketulang sehingga menambah suasana menjadi begitu sempurna, tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata karena ini adalah pertama kalinya dia melihat bunga tulip dan salju langsung.

Hamparan tulip itu menjadi sempurna dengan beraneka ragam kupu-kupu yang berterbangan dan kicauan burung yang seakan tidak pernah mau berhenti, burung berjalan kesana kemari dengan jinaknya dan tidak peduli dengan beragam manusia dari berbagai negara dan berbahasa dengan bahasa yang berbeda, Semua sama, manusia, burung dan kupu-kupu sama-sama menikmati indahnya Bunga Tulip dan pemandangan sekitar yang memanjakakn mata siapa saja yang ada disana. 

Perlahan dia melangkah mendekati tulip tersebut dan kadang berhenti sejenak untuk menghirup udara segar dan dinginnya Kashmir pada waktu itu, seakan dia tidak ingin membiarkan waktunya terlewatkan begitu saja tanpa menikmati taman tersebut.

Dia melangkah kembali dan mendekati bangku yang sengaja diletakkan ditaman tersebut, seolah-olah mengerti keinginan pengunjung untuk sekedar menikmati taman atau selfi disana, dengan menghela nafas panjang dia duduk dengan santai di bangku tersebut

Dia terlihat begitu mengagumi taman dan tulip terlihat dari senyum yang sesekali dilemparkannya dan melakukan selfie sendirian, sesekali dia memejamkan matanya seperti tidak ada beban dalam hidupnya.
.
Aku memperhatikan dia dari pertama kali masuk dan aku tertarik mengikutinya dan duduk dibangku yang sama yang dia duduki, aku bertanya "Apa yang membawamu kemari?" Dia tidak terkejut ketika ada orang asing duduk disampingnya, terlihat dia memejamkan mata
sebentar dan berpaling ke arahku sambil tersenyum dan berkata "hidup itu harus diisi dengan kebahagiaan walaupun kadang-kadang kesedihan selalu datang silih berganti tapi kita harus move on kan??". Aku terdiam, dia sepertinya bisa membaca hatiku, bukankan memang tujuan aku kesini untuk move on dan dia benar, taman tulip ini memberikan aku kebahagian dan menyembuhkan luka.

Aku perlahan bangkit meninggalkan dia yang masih duduk dibangku, perlahan kudekati tulip dan kusentuh dengan perlahan dan seakan membuat janji aku akan kembali lagi kesini untuk melihatnya kembali. Kashmir telah mengembalikan kebahagiaan dengan Bunga Tulipnya yang Indah.

Perlahan aku keluar dengan senyum yang masih terus mengembang dan berjanji untuk kembali suatu saat nanti.

Kashmir, April 2017

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Contact Form

Name

Email *

Message *

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS