Cerita di Pesantren

Monday, 1 February 2016

Pesantren adalah lembaga pendidikan dimana santri/ murid tinggal/ mondok, mereka menuntut ilmu agama dan memperdalam kajian keislaman mereka disamping itu juga ada pendidikan formal seperti disekolah - sekolah lainnya. Banyak lika liku sejarah disana yang selalu menjadi kisah unik dan lucu untuk dikenang sekaligus mendapat ilmu yang bermanfaat dan alumni pesantren rata - rata jago 2 bahasa asing. Memang saya sendiri tidak ada pengalaman mondok, dulu setelah tamat SMP sempat ditawarkan oleh bapak untuk menyambung ke pesantren tapi saya tidak mau karena saya lebih memilih sekolah umum waktu itu.

Saya mendapatkan cerita - cerita gokil ini dari teman - teman dan juga para keponakan yang alumni pesantren. Ada hal - hal positif dan juga hal negatif yang semuanya itu bisa menjadi pelajaran buat kita semua, walaupun ini  bukan pengalaman saya pribadi tapi saya melihat ini menarik untuk saya rangkumkan dan menjadi cerita buat kita semua dan menjadi pembelajaran.

Teman - teman yang pernah tinggal di pesantren pasti sudah familiar dengan beberapa pengalaman ini tapi bagi yang tidak pernah seperti saya pasti akan menarik untuk dibaca, yuks:

Wajib menggunakan Bahasa Arab atau Bahasa Inggris 
Bisa dipastikan semua pesantren yang ada di Indonesia mewajibkan santrinya menggunakan Bahasa Arab atau Bahasa Inggris, kalau ada yang melanggar akan kena hukuman karena disetiap sudut ada mata - mata yang memantau kita dalam menggunakan bahasa. Emang diawal - awal masuk pesantren ada keringanan tapi selanjutnya akan menjadi kewajiban, sehingga tidak diragukan lagi lulusan pesantren rata - rata bisa menguasai Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

Tinggal di asrama tidak boleh pelit
Masih dengan cerita Ilham (alumni pesantren), biasanya anak - anak mendapatkan kiriman dari orang tuanya, ada yang makan bersama teman - teman tapi ada juga yang dimasukkan kelemari dan dikunci dan dimakan saat dia sendiri. Tapi sifat seperti itu tidak baik dan anak itu akan dikerjai oleh teman - teman, makanya diambil dan makan bersama tanpa dia sadari bahwa itu makanan dia sendiri, yang lebih tragis lagi ada yang makanannya sampai busuk dilemari, sangking pelitnya.

Ngecengin santriwati
 Ini adalah hobi santriwan di asrama, tidak bisa melihat santriwati, kadang - kadang mereka mengintip ke asrama perempuan, bisa dipastikan akan kena hukuman dengan ustad apabila ketahuan prilakunya. Bisa melihat santriwati itu adalah berkah yang sangat luar biasa

Malas shalat subuh berjamaah
Diantara pasa santri pasti ada yang malas shalat subuh berjamaan karena masih tergoda tidur, bagi santriwati ada saja alasanya, alasan klisenya adalah lagi haid sehingga tidak bisa shalat subuh, secara logika mana ada haid setiap hari/ bulan.

Komunikasi dengan orang tua ke wartel (santri jaman dulu)
Menelpon orang tua adalah agenda wajib dan penting dilakukan dan itu sangat menyenangkan, walaupun pada waktu itu belum ada handphone tapi bisa menggunakan wartel sebagai alternatif, yang membuat serunya itu adalah kadang dirumah tidak punya telp sehingga menggunakan telp tetangga, tapi apa daya karena kangen dan ingin pulang bela belai telp ke rumah tetangga.

Pura - pura sakit karena kangen pulang
Para santri ini tidak pernah hilang akal, ada saja alasan yang dibuat untuk bisa pulang, salah satu alasan yang paling bisa diterima adalah sakit, tapi tidak semua bisa sakit dengan mudah, karena rindu sudah tidak bisa ditahan maka dicarilah cara dengan pura - pura sakit, tidak makan seharian kemudian tidur sambil menggunakan selimut tebal sehingga berkeringat dan suhu badan naik, teman - temannya akan melapor kepada ustad dan izin pulangpun segera keluar .

Selalu ada celah untuk Handphone
Santri sekarang mainannya sudah HP dan gadget lainnya, mungkin sudah ratusan HP disita karena kedapatan dibawa ke asrama, keponakan saya sendiri entah berapa HP kena sita dan harus orang tua yang mengambil ke asrama, tetapi selalu ada cara supaya HP bisa masuk kekamar mereka, ada yang menyimpanya di atap bahkan di atas kipas angin gantung.  

Jadi penjual rokok
Anak laki kadang udah terbiasa dengan rokok, entah nikmatnya dari mana nga tau, ada beberapa santriwan yang agak sedikit nakal, pada saat kembali ke asrama mereka membawa rokok yang banyak kemudian menjualnya kepada teman - teman dengan harga yang mahal, misalnya di jual Rp 1000/ btg kalau diluar Rp 500/ btg. Mereka akan merokok secara sembunyi - sembunyi tanpa diketahui oleh ustad dan mata - mata. 

Asrama berhantu
Ini adalah cerita paling seram, hampir semua pesantren ada cerita hantunya, katanya banyak hantu yang berkeliaran dimalam hari, terutaman di kamar mandi iiihhhhhh seraaam. Bahkan ada yang kesurupan setan dan biasanya kalau sudah kesurupan satu orang maka akan terjadi kesurupan massal. perlu cerita khusus untuk hal ini, yang jelas sangat indah untuk dikenang dan diceritakan kepada teman - teman.

Masa - masa kehidupan dipesantren telah lewat, bahkan mungkin sudah hitungan tahun tapi selalu menjadi cerita indah apabila bertemu, disitu kadang saya merasa sedih karena tidak pernah merasakan indahnya tinggal di pesantren, ingin ku ulang masa lalu dan berkata "iya" ketika Ayahanda menawarkan untuk melanjutkan sekolah di pesantren.

Ini hanyalah kisah seru - seruan, banyak sekali prestasi murid - murid di pesantren ini, tidak hanya jago dalam berbahasa tapi juga jago dalam ilmu agama dan mendidik mereka untuk menjadi mandiri dan peduli kepada sesama.

Terima kasih untuk sahabat dan keponakan yang telah berbagi cerita, kalian luar biasa dengan prestasi yang membanggakan, Brave pesantren !!!!!

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Contact Form

Name

Email *

Message *

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS