Surat Untuk Bapak

Thursday, 11 February 2016

Abi....!!!!
Tahun 2003 Abi pergi menghadap Tuhan, tidak terasa sudah 12 tahun Abi tidak berada disampingku tapi aku merasakan Abi selalu hadir dan menatapku walaupun dunia kita sudah berbeda, I feel you here my love Abi, I can feel your hand hug me, sweep my tear, I feel you when I close my eyes and that make me smile and remember all that memories with you, you are my only and the only my love Abi forever.

Engkau selalu ada bersamaku Abiku sayang, yang membuat hari - hariku bisa kujalani dengan positif mind itu semua karena didikanmu, engkau begitu sempurna bagiku, ttidak ada habis habisnya aku mengenang masa - masa bahagia denganmu.

Abi...!!!
Engkau tidak hanya orang tua kebanggaanku tapi juga guru ku dalam mengenal ilmu umum dan agama, engkau betul - betul mendidikku saat itu penuh dengan keikhlasan dan tanpa gelimangan harta, aku tau abi ada harta tapi Abi selalu mendidikku dengan begitu sederhana. Masih kuingat Abi hanya membelikan anting - anting (kerabu) untuk ke lima anak perempuanmu, semua sama bentuk dan ukuran tidak melihat besar kecil, hanya itu yang Abi beli, itu menjadi pertanyaan bagi orang lain, kenapa tidak seperti orang tua yang lain??? Abi hanya mengatakan biarkan mereka membelinya sendiri nanti kalau sudah besar, dan sekarang baru kusadari makna dari semua itu, kamu memdidik kami untuk menjadi sederhana dan berdiri diatas kaki sendiri, Abi mengajarkan kepada kami bagaimana untuk berjuang dalam hidup ini, Abi mengajarkan kami untuk selalu kuat dalam senang maupun susah.

Abi...!!!
Walaupun kita sudah berpisah sekian tahun, masih terekam jelas dalam ingatakanku, bagaimana Abi perjuang begitu keras, menghabiskan separuh harimu di kantor, separuh lagi pergi kesawah atau ke ladang kita, malam kamu gunakan untuk membagikan ilmu agama kepada anak - anak dikampung kemudian setengah malam lagi engkau gunakan untuk pergi ke kolam kita, baru sekarang aku
 terpikir kapan Abi istirahat???

Abi....!!!!
Terlalu banyak kisah indah yang kulewatkan bersamamu, kamu selalu adil untuk kami tidak pernah ada yang beda dan itu yang membuat aku bangga, aku ingin sepertiku. Engkau betul - betul pendidik yang sempurna buatku, selalu bisa membagi waktu dan cinta ummi begitu sempurna untuk mu.... Ahhh Abi terlalu sempurna untukku.

Abi...!!!!
Betapapun Abi tidak ada disisiku sekarang tapi semangatmu, kegigihanku, keberanianmu akan selalu ada bersamaku disini. Terlalu banyak kisah yang ingin kubagi tapi biarkan ini menjadi suratku yang pertama untukmu.

Aku selalu mencintaimu sampai kapanpun, you are my love and always be my love.

11 Februari 2016
A letter for my father in heaven

1 comment:

Powered by Blogger.

Contact Form

Name

Email *

Message *

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS