jejakzatin.blogspot.com

Search This Blog

JOURNEY OF LIFE

Sharing Pengalaman dan Perjalanan.

TIP HOW TO

Temukan berbagai tips ditulisan ini.

ENGLISH WRITING

Belajar Menulis Dalam Bahasa Inggris.

PENGALAMAN

Bagaimana cara pengurusan dokumen.

PROFILE

Profile orang - orang yang bisa menjadi pelajaran.

Thursday, October 20, 2016

Ceritaku dan Kopi

“Anak  perempuan kok ngopi”  ini adalah pertanyaan yang ditujukan kepadaku saat ditawarin teh atau kopi. Menurutku ini aneh, kenapa perempuan tidak boleh ngopi atau memang budaya ngopi itu adalah otoritasnya laki-laki bukan perempuan.
Well, aku yang terlahir dan besar dipelosok sudah terbiasa dengan kopi, hamper setiap pagi rutinitas kami sekeluarga itu adalah minum kopi setiap pagi yang dibeli diwarung dekat rumah, biasanya aku atau adikku yang kebagian untuk beli kopi, berat sih dan malas karena hamper tidak ada peremuan di warung kopi tapi mau bilang apa udah perintah dari boss besar (bapak) untuk membeli kopi dan pulut. Jadi kopi itu bukan hal yang asing lagi buatku, sudah kebiasaan dari kecil walaupun tidak ketergantungan, ya sekedarnya sajalah.
Jadi wajar juga ketika pindah ke kota pada saat melanjutkan sekolah kebiasaan ngopi itu masih dipertahankan walaupun nga setiap pagi. Awal – awalnya aneh kok perempuan suka ngopi tapi setelah tsunami, entah kenapa satu pertatu warung kopi didirikan mulai dari bangunannya yang sederhana sampai yang lumayan waah. Dan bisa dilihat penikmat warung kopi tidak lagi laki-laki tetapi banyak juga perempuan yang entah minum kopi atau minuman lainnya.
Aku sendiri awal-awalnya masih setia dengan kopi, mencium aromanya saja sangat kunikmati apalagi menghirup kopinya, aku tidak candu tapi kopi adalah temanku. Semakin kesini kopipun sudah mulai bervariasi, entah itu kopi madu, kopi luwak, arabika, robusta, ada pula kopi dingin, kopi es cream, kopiah (ada ya hahaha) dan semakin banyak saja penikmat kopi.  
Suatu hari kopi membuatku menjadi begitu tidak berdaya, entah kenapa kopi begitu membenciku walaupun aku masih setia,  bahkan dia membuatku lemas dan tidak berdaya. Aku tidak membenci, aku masih menikmati aroma tapi aku tidak bisa menghirup lagi (sedih)
Bulan berganti, akupun semakin rindu dengan kopi, walaupun aku bukan pecandu tapi aku mencoba lagi. Yes kopi masih mau bersahabat denganku, pelan-pelan aku menghirup dan menikmatinya, satu menit.. dua menit..tiga menit. Aman !!! akhir aku menikmati lagi kopi.
Tapi cerita aku dan kopi belum berakhir, lagi-lagi kopi membuatku tidak berdaya, aku dipaksa untuk membuka mata…. Ohhhh dalam nikmat ada penderitaan dan aku masih mencintai kopi walaupun tidak bisa menikmatinya setiap hari.

Ini ceritaku dan kopi :) 

Friday, September 30, 2016

Kisahku sebagai perempuan tegar

Panggil aku Iyah, seorang janda yang tinggal di pedalaman Aceh Utara, diusiaku yang sudah 40+ aku tinggal di gubuk kecilku bersama anak angkat perempuankan yang sedang menginjak remaja. Keseharianku mengajar di TK yang kurintis sendiri mulai tahun 2009 dan masih berjalan sampai sekarang dengan gaji Lillahita’ala alias gratis. Rasa saying dan ibaku kepada anak – anak yang tinggal dipelosok ini membuatku bertahan untuk tetap mengajar  dan tawa polos mereka yang membuatku sanggup sampai sekarang. Diusiaku yang sudah 40+ ini juga aku sedang menyelesaikan kuliah S1 ku. Karena aku merasa lebih dihargai apabila memiliki selembar ijazah sarjana ini, akupun sendiri tidak tahu kenapa semua harus dihargai dengan tingkatan pendidikan formal. Entahlah !!!! memelihara seekor sapi dan menjaga keponakanku adalah keseharianku juga.

Friday, July 22, 2016

10 Pertanyaan yang Dikepoin Orang Aceh Kepada Bule

Orang Aceh sejak dulu terkenal dengan keramahtamahannya, ini sesuai dengan slogan "peumulia jamee adat geutanyo" memuliakan tamu adalah adat istiadat kita. Apalagi tamu yang datang itu berbeda dengan kita orang Aceh, sebut saja misalnya orang yang datang dari Amerika atau Negara lainnya, bukan karena orang Aceh yang kepo atau iseng tapi memang seperti itulah yang sudah menjadi kebiasaan di Aceh.
Orang luar negeri terkenal dengan panggilan bule di Indonesia, siapapun dia baik laki - laki maupun perempuan bahkan kadang - kadang untuk perempuanpun dipanggil mister, mister .... mister how are you.... pernah sekali waktu beberapa anak muda bersepeda kesuatu kampung dan pake kaca mata hitam, lalu banyak anak - anak yang berteriak ada mister.. ada mister, ada bule. Sepertinya sepeda dan kacamata hitam itu identik dengan bule (ini di Aceh ya) mungkin karena bule yang datang ke Aceh itu tidak sebanyak yang datang ke Bali.
Kesempatan bekerja di beberapa organisasi social international pasca tsunami membuat saya berinteraksi dengan beberapa pekerja yang berasal dari luar negeri atau membawa konsultan untuk melakukan kegiatan di beberapa kabupaten/ kota di Aceh bahkan ada beberapa orang teman yang menginap di rumah saya di Aceh Utara. Dan yang menjadi menarik adalah dari beberapa kabupaten/ kota yang saya kunjungi saya memperhatikan ada beberapa pertanyaan yang ditanyakan kepada bule itu hampir sama semuanya, baik pada saat kunjungan ke Aceh Tengah, Aceh Barat, Banda Aceh, Aceh Utara dan kabupaten lainnya.
Reaksi mereka berbagai macam ragam, ada yang senang, ada yang cuek bahkan yang paling lucu itu ada seorang bule yang bilang " I am not a monkey and why this people want to talk and look at me". Ada banyak hal yang saya jelaskan, yang intinya adalah orang Aceh itu sangat memuliakan tamu dan suka bertanya dan itu memang bukan hal yang aneh disini dan akhirnya mereka mengerti dan berbaur dengan masyarakat.
Beberapa pertanyaan yang masih saya ingat dan ditanyakan berulang kali oleh orang yang berbeda dan kebanyakan pertanyaan itu bersifat personal adalah:
Asal negaranya dari mana?
ini adalah pertanyaan yang pertama kali ditanyakan, dimanapun dan kapanpun, bahkan pada saat berhenti beli nasi gorengpun yang jualan nasi ingin tau juga, pasti dia Tanya "pane awaknya" orang mana dia. dan biasanya sih mereka tidak pernah keberatan untuk  menjawabnya.
Berapa usiannya?
Pertanyaan ini mungkin sudah biasa dilingkungan kita, usia bukanlah hal yang menjadi rahasia, tapi bagi sebagian orang luar kalau ada orang yang belum dikenal atau baru dikenal untuk menanyakan usia bukanlah hal yang sopan karena ini menyangkut dengan hal personal, tapi untuk sebagian bule yang sudah sering traveling akan lebih easy going ketika muncul berbagai macam pertanyaan seperti ini.

Status?
Pertanyaan selanjutnya yang tidak lebih keren adalah tentang status, bisa dipastikan pertanyaannya adalah sudah kawin? kalau dijawab belum kebanyakan ada pertanyaan selanjutkan yang dikepoin " mau nga sama orang Aceh aja?" Dengan pertanyaan seperti ini ada yang masih nyaman aja dan ada yang sudah kesal juga, dikira tersangka apa hehe, sebagian memjawab"iya orang Aceh cantik tapi saya belum mau menikah" Bagi orang kita mungkin ini adalah pertanyaan yang sangat wajar karena pengalaman saya sendiri selalu ditanyaan kapan kawin, padahal apa sih urusannya sama orang lain dengan status kita.....#kesal #gagal focus. out of topic hahahahaha.

Agamanya apa?
Agamanya apa Sir? lalu bulenya diam (mungkin dia mikir, kok ini orang usil banget ya). ada macam-macam jawaban dan reaksi dari penanya, agama saya traveling, nah loooo bingungkan hahaha, iya secara bulenya suka jalan. Ada juga yang menjawab saya Kristen, terus orang yang bertanya melirik ke saya sambil ngomong "kenapa nga dimasukin ke Islam aja (apa urusanku ya) terus..... kalau ada yang jawab I am a Muslim, langsung yang bertanya menjadi semangat 45 " wow...............Islam? keren ya !!!!" Tanpa ditanya sayapun menambahkan iya dia shalat jumat kemarin itu" orang yang tanya jadi malu - malu bebek karena dia jarang salat dan salut ama tuh bule. padahal ku tau banget tuh bule masih belajar Islam (baru muslim 2 minggu gitu) dan shalat masih bolong - bolong juga :D
Bagaimana menurut kamu tentang perempuan Aceh?
Orang Aceh cantik - cantik dan ganteng ( padahal inikan jawabab umum dari semua orang hahaha) tapi tetap aja muka "meujampok" tersipu malu - malu #bukansaya #kabuuuur. Terus kalau sudah dijawab gitu ada juga yang tanya lagi"kenapa nga menikah dengan orang Aceh aja" #pusing palaaaa

Suka dengan makanan Aceh?
Kalau yang tipenya suka makan apa saja semua masakan Aceh katanya enak, tapi tetap aja durian nga ada yang mau sentuh, kalau yang suka vegetarian, susah kali kita cari tempat karena orang Aceh tu suka makan yang ada ikan - ikannya gitu. Ada yang suka kopi dan cuma suka teh susu.

Suka Kopi?
Aceh sekarang sangat nge booming tentang kopi sehingga pertanyaan ini pasti akan ditanyakan oleh orang Aceh, suka kopi? dan bla...bla.... blaa lanjooot ke warung kopi same tengah malam.

Sudah Mandi?
Pertanyaan  ini sangat aneh menurutku, tapi aku pernah dengar seseorang pernah tanya pertanyaan ini kepada bule. Ini mungkin terlalu perseonal bagi mereka karena aku bisa melihat perubahan mimik muka dari dia. Memang rasa ingin tau orang kita besar sekali sampai - sampai orangpun bingung untuk menjawab apa.

Boleh foto selfie?
Ini sudah seperti pertanyaan yang sangat wajib sekali ditanyakan, bahkan sebagian nga peduli si bule belum jawab sudah difoto aja hehehehe, ada bule yang dengan sangat senang hati untuk berfoto tapi ada juga yang risih dan dia bilang"I am not a mongkey!!" susah juga seh menjelaskan, tapi saya suka bule yang bisa beradaptasi dengan budaya Indonesia (selfie budaya Indo nga seeh?) dan dengan tidak keberatan untuk di foto, saya pikir itu wajarlah... sejauh ini saya melihat banyaklah yang tidak keberatan untuk difoto tapi kadang saya jadi korbanya juga ditarek untuk foto bersama #pasrah_jadi_guide_kadang_kadang
Pertanyaan terakhir adalah........................ this is to me not to bule (Kenapa dia nga diajak untuk masuk agama Islam)
Agak berat untuk menjawab ini karena kadang saya harus menjelaskan dan tidak menggurui atau penjelasan saya ini tidak menyinggung orang yang bertanya (orang Aceh Islamnya sangat kental gitu) ehmmmm Agama adalah sesuatu yang sangat personal bagi seseorang, itu adalah hubungannya dengan Allah swt langsung, kapan seseorang mendapatkan hidayah disitulah waktunya. Semua orang memiliki pilihan yang tepat masing - masing untuk agama yang diyakininya dan tidak ada pemaksaaan dalam memilih agama apapun, terlepas dari itu hubungan saya dengan bule ini adalah hubungan yang secara horizontal yaitu hubungan sosial, budaya dan prilaku yang baik tanpa mengkait - kaitkan agama tapi bila ada yang tertarik untuk bertanya maka dengan senang hati saya akan menjawabnya sebatas pengetahuan saya ( ada beberapa bule yang tertarik tentang Islam dan bertanya tentang Islam).

Terlepas dari semua pertanyaan - pertanyaan kepo ini, ternyata orang bule itu suka datang ke Aceh dengan berbagai macam alasan, baik karena liburan ataupun penelitian dan lain - lain, banyak yang berkesan dengan keramahan orang Acehkarena memang orang Aceh itu pada dasarnya sangat ramah dan memuliakan tamu.




Jadi selamat datang di Aceh dan silahkan menikmati pertanyaan – pertanyaan tersebut dan anggaplah itu bagian dari keramahtamahan orang Aceh.

Monday, June 27, 2016

Hijrah Saputra, Mutiara dari 0 KM Indonesia

Pulau Weh (Sabang) adalah salah satu kotamadya yang ada di Provinsi Aceh, kalau ingin mengelilingi Indonesia maka mulailah dari Pulau Weh karena di sinilah 0 km nya Indonesia di mulai. Hijrah Saputra Yunus adalah salah satu anak muda berbakat Aceh yang lahir dari Sabang. Menulis tentang Hijrah tidak akan pernah habisnya dan mungkin akan terdiri dari beberapa episode sesuai dengan prestasi yang dicapainya dan mungkin saja bisa sebuah buku (ehmm...menarik untuk dicoba)

Pertanyaannya kenapa harus menulis tentang Hijrah? kan masih banyak pemuda berbakat lainnya yang ada di Aceh. Mungkin ada sebagian orang yang bertanya seperti ini, eit.... jangan cemburu. Nah.. kenapa Hijrah???

Menurut aku sendiri sih Hijrah itu penuh dengan semangat positif dan semangat positif itu harus disebarkan kepada orang agar mereka juga termotivasi untuk menjadi positif dan seluruh Aceh nantinya akan positif (nyambung nga sih hehe)

Well... Hijrah itu pemuda yang penuh semangat positif dari segi apapun dan tidak pernah habis habisnya energy itu mungkin seperti baterai alkaline kali yaa....dia selalu bersemangat untuk menyebar kebaikan sehingga sangatlah wajar dia menjadi duta wisata sepanjang masa di Sabang dan Agam Provinsi Aceh.

Seperti slogan yang terkenal di Aceh "peumulia jamee adat geutanyoe" (memuliakan tamu adalah adat istiadat kita) begitulah seumpamanya HIjrah, selalu mempositifkan Aceh kepada siapapun dan kapanpun, sangatlah wajar kalau anak muda ini selalu disibukkan dengan berbagai kegiatan yang positif.

Pemuda yang murah senyum dan penuh prestasi ini begitu aktif di dunia usaha dan ini membuat dia terpilih sebagai salah satu wirausahawan muda dari Aceh. Dia mempromosikan Aceh melalui media gambar yang didesign nya sendiri di baju - baju kaos, design yang unik dan lucu yang kesemuanya itu mempromosikan Aceh.

Hal positif lain yang dilakukannya dan memotivasi anak muda Aceh adalah #piyohnote, banyak kata - kata di piyoh note yang menginspiratif. Masih banyak prestasi lain yang disandang Hijrah dan kesemuanya itu menjadi pembelajaran bagi semua anak muda Aceh untuk terus mempositifkan Aceh.

Untuk Hijrah!!! teruslah bersinar dan menjadi mutiaranya Indonesia.

Untuk mengenal Hijrah bisa kepoin di instagramnya #hijrah25 atau mau seru seruan baca tulisannya lanjut aja ke hijrahheiji.blogspot.co.id
nih orangnya :) dengan hasil pruduknya, keren kan

mau kenal lebih dekat, langsung aja di kepoin ya

salah satu piyohnote yang sangat inspiratif

 

Monday, June 20, 2016

Terima Kasih Ustad Basalamah Karena Caramah Anda Telah Menguji Kesabaran Kami di Aceh

Bulan ramadhan ini dihebohkan oleh caramah Ustad Basalamah yang di unggah di youtube yang isinya tentang kenapa tsunami terjadi di Aceh. Ceramah ini membangkitkan amarah yang luar biasa bagi masyarakat Aceh, mereka tidak bisa menerima atas semua perumpamaan yang dibuat oleh sang Ustad. Apalagi Aceh merupakan daerah syariat islam, seakan - akan ceramah tersebut telah mencoreng muka orang Aceh karena menurut beliau dosa berjamaah yang dilakukan oleh orang aceh itulah yang menyebabkan tsunami terjadi.
 
Sayapun sebagai orang Aceh tidak menerima semua tuduhan tersebut, bagi saya sendiri saya merasa itu adalah fitnah karena sampai sekarangpun saya tidak pernah melihat bagaimana itu bentuk pohon ganja apalagi menanam di halaman rumah, itu tentu tidak mungkin sekali. Emosi sudah pasti dan rasanya ingin berjumpa dengan sang ustad untuk mempertanyakan tentang semua teorinya.
 
Tapi................... saat Saya membuang semua emosi itu, saat saya berfikir kembali dan merenungkan kembali isi ceramah tersebut, saya BERTERIMA KASIH kepada Ustad Basalamah. Allah membuka mata kita melalui beliau, mungkin selama ini kita terlalu sombong dengan gelar syariat islam yang kita miliki tapi nilai - nilai keislaman yang masih jauh dibawah standar. dengan adanya ceramah itu kita akan mengkaji lagi keislaman yang ada di Aceh, Beruntung kita tidak diberikan musibah tapi cukup ceramah itu membuat kita tersadar kembali untuk menjalankan islam yang lebih kaffah di Aceh karena Allah mencintai kita.
 
mungkin Ustad Basalamah telah salah dengan analisanya tapi tidak perlu kita berbuat salah lagi dengan mencaci maki sesama orang muslim, mari jadikan ini sebagai pembelajaran dan meningkatkan persatuan diantara ummat muslim.
 
Ustad Basalamah hanya manusia biasa, sama juga seperti kita. tapi kita bisa  jadikan moment ini untuk lebih memperdalam lagi pengetahuan agama kita. Tidak perlu kita saling menghujat apalagi kita sesama muslim.