Lelaki dalam Mimpi Itu

Wednesday, 15 June 2016


Kamu misterius bagi orang lain tapi tidak untukku
Aku mengenalmu, tidak lebih!
Tidak suka dan tidak ada rasa
Semua wajar – wajar saja seperti seperti seorang teman
Cuma lewat dalam kehidupanku
Hanya tersenyum dan bicarapun jarang.
Kecuali mata elangmu yang menebar pesona
Tapi bisa terabaikan
Karena kamu memang pendiam dan tidak suka bercanda
Ini hanya penilaianku saja karena kita hanya teman dan tidak lebih dari itu
Tapi….. entah kenapa tiba – tiba rasa itu hadir dalam diriku
Kamu menjadi perhatianku, kamu juga ada dipikiranku

Kenapa begitu tiba – tiba !!!! ah…tentu ada sebab?? pasti!!!
Yach sebab dan akibat !!!!!!

 
Sebenarnya semua yang terjadi dalam kehidupan itu bukanlah suatu hal yang “kebetulan” saja
Semua itu sudah diatur oleh yang Maha Kuasa.
Mungkin sebabnya sungguh sangat sepele dan tidak masuk akal barang kali karena ternyata rasa itu ada hanya karena “mimpi”

Mimpi yang terasa begitu nyata ….
Mimpi yang membuat aku tersadar bahwa tidak ada yang kebetulan, begitu juga dengan rasa
Mimpi yang membuat aku berpikir tentang kamu.
Mimpi bertemu dengan kamu dan aku curhat tentang kesedihanku, tentang duka yang sedang kuhadapi.
Ahhh... Engkau memang orang yang pantas untuk berbagi segala suka duka. Masih terasa nyata tangan mu menghapus air mata ini walaupun itu hanya dalam mimpi, kamu begitu bijaksana.

Walaupun dalam mimpi, kau sadarkan aku tentang hidup yang belum berakhir dan perjuangan yang masih terlalu dini untuk menyerah. ya... cuma kamu dan cuma kamu yang bisa.


Mimpi yang sangat sederhana tapi disini nih kerasa banget !!!(sambil nunjuk dada)

Aku mimpi duduk didekatmu sambil curhat tentang kekasih hati yang telah pergi dipanggil Allah swt, kamu hanya diam sambil mendengarkan semua keluh kesahku sampai aku selesai bercerita, dan masih dalam mimpi juga, kamu mengambil beberapa foto saat aku bercerita dan kamu hanya bilang itulah ekpresi aku yang sedang larut dalam kesedihan.

Ketika aku bangun dari tidur dan menyadari itu hanya mimpi tapi mataku basah dan aku melihat air mataku masih belum kering, aku bermimpi tapi ketika aku terbangun aku masih menangis. Sungguh mimpi yang sangat dalam penuh dengan makna.

Semenjak itu aku sudah mulai memendam rasa, entah itu apa

Begitu nyata dan jelas wajahmu dalam mimpi dan aku sangat - sangat mengenalnya, ah tapi sudahlah........Aku ingin kamu tetap menjadi misterius karena aku tidak kuat kalau kusadari itu tidak nyata karena aku sudah mempunyai “rasa”
 
Andai aku punya keberanian untuk mengungkapkan ini tapi sudahlah, biarkan aku menghindar dan menjauh darimu sampai rasa ini juga pergi menjauh!!!!
 
 


No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Contact Form

Name

Email *

Message *

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS