Terjebak di Delhi

Friday, 22 September 2017

Bukan photo di Delhi :D
Rute perjalanan aku ke India adalah Kuala Lumpur – Delhi. Yeah… Delhi adalah kota pertama  yang aku injak ketika berada di India dan Delhi adalah ibukota Negara India, Delhi menjadi destinasi terakhirku selama di India dengan rencana awal perjalanan adalah Kashmir – Amritsar - Delhi – Agra – Jaipur – Delhi. Tetapi rencana tersebut menjadi terbalik dan Amritsar keluar dari list karena aku tidak jadi menggunakan jalur darat, semua karena tidak ada persiapan yang matang sebelum berangkat ke India, perjalananku ke India hanya bermodalkan tiket pesawat PP dan visa, yang lainnya semua on the spot yang artinya adalah rencana dibuat pada saat berada di tempat alias direncanakan pada saat berada di lokasi (ini jangan ditiru ya sobat, sebaiknya rencanakan perjalanan  kalian dengan matang).


Setelah menghabiskan waktu selama 7 hari di Kashmir , mendaratlah aku di Delhi sekitar pukul 8 malam, tanpa buang waktu dan bermodalkan saran dari salah satu teman di Kashmir aku menuju metro untuk ke station kereta karena rencana perjalanan aku selanjutnya adalah Agra. Sesampai di station kereta aku mencari – cari kantor DTTDC yang menurut teman di Kashmir disini adalah pelayanan untuk turis dan ada jatah tiket kereta untuk turis, aku bolak balik mencari kesana kemari dan bertanya sama orang-orang dan mereka memberikan aku harus naik tangga dan turun tangga kemudian belok kiri, akan tetapi aku masih belum menemukan kantor tersebut, aku naik lagi ke atas dan tiba-tiba ada seorang laki-laki India menghampiri kami dan menanyakan ada apa, aku menceritakan situasinya bahwa aku sedang mencari kantor DTTDC, kemudian dia menjelaskan bahwa kantor itu bukan disini tapi ditempat lain, dan harus naik bajai, dan menurut dia bajai yang aku harus naik itu bajai pemerintah yaitu yang ada les kuning dan cukup bayar saja 30 rupee dan dia menegaskan jangan bayar lebih dari 30 rupee (sebenarnya disinilah aku mulai di jebak tanpa kusadari).

Sampailah aku di kantor yang dimaksud (kantor turis center) disini aku disambut dengan baik, aku dengan antusias mendengarkan penjelasannya, owh… baik sekali bapak ini kepada kami, dia menjelaskan rencana yang bisa kami lakukan selama kami berada di Delhi, Agra dan Jaipur. Aku merasa suasana mulai tidak beres ketika si bapak terus mempromosikan tempat-tempa tersebut sambil menjual paket perjalanan, aku saling berpandangan dengan temanku dan kami mulai mengerti sepertinya kami mau dijebak, setelah hampir 30 menit yang awalnya menarik itu akhirnya aku diberi kesempatan untuk berbicara dan pertanyaanku hanyalah “Bisakah kami mendapatkan tiket kereta malam ini ke Agra”. And you know what? He said:”Situasi di India saat ini sedang tidak aman karena besok akan ada election day, semua tiket kereta sudah penuh dan tidak ada lagi kereta ke sana kecuali kalian menyewa mobil”. What????!!!! Karena tidak ada kereta ke Agra, kami memutuskan untuk menginap saja di Delhi, dan lagi-lagi beliau memanfaatkan situasi kami yang memang tidak ada perencanaan sama sekali, diapun berkata:”Semua penginapan di Delhi sudah penuh, dan lokasi yang kalian inginkan itu termasuk dalam kawasan berbahaya, jadi kalian tidak akan bisa kesana”. Ada apa ini? Pasti ada perencanaan dari dia agar aku membeli paket wisata yang ditawarkan oleh dia, aku tidak mau tertipu lagi dan akupun permisi, si bapak tersenyum, mungkin dia pikir aku akan kembali lagi dan menerima paket yang ditawarkan oleh dia.

Aku keluar kantor tersebut dan ternyata, bajai yang mengantar kami masih bertengger manis disitu dan Cuma satu-satunya bajai yang ada, aku meminta dia untuk mengantar kami kembali ke station kereta tapi dia bersikeras untuk mengantar kami ke public center, katanya siapa tau disana bisa dibantu tapi dia bersikeras dan kami diturunkan di public center. What??? How dare he did this to us!!! Tidak ada guna juga marah-marah, aku masuk kedalam ruangan dan SAMA !!! kami dilayani dengan baik sekali, persis sama lebih kurang dengan tourism center, penjelasan yang sangat detail tentang situasi di India saat ini, hotel yang sudah penuh dan kereta yang tidak ada lagi, karena kami tidak ada internet, kami meminta tolong untuk cek penginapan di Delhi, dia mengetik sesuai dengan arahan temanku tapi tetap saja tidak ada hasil, temanku mencoba meminta untuk mencari sendiri tapi bukannya dikasih malah dikatakan diruangan ini di pasang CCTV. Ohhh come on we are just looking for hotel bukan mau mencuri, selagi temanku berusaha negosiasi, aku iseng-iseng menghidupkan wifi di hpku. 

Mungkin Tuhan sudah sangat kasihan sama kami karena tiba-tiba saja ada satu hp yang hidup internetnya dan tidak pakai password, dengan segera aku chat temanku yang juga pada saat tersebut dia sedang berada di Delhi (tapi tidak ada balasan, karena ternyata dia sedang menonton film di bioskop dan ini aku tau besoknya setelah aku tiba di Jaipur dan dapat wifi seperti dapat emas semangkok, begitu senangnya) dan whatapps temanku yang ada di Jaipur menceritakan tentang keadaan kami yang terjebak di Delhi, lucky us dia cepat membalas WA ku dan menyarankan kami untuk langsung ke Jaipur malam ini dengan menggunakan bus di Daula Kuan dan busnya ada 24 jam.

Temanku masih sibuk bernegosiasi dengan pria India itu, jam sudah menunjukkan pukul 10.30 malam dan tiba-tiba pria India itu mengatakan bahwa kantornya akan segera tutup dan kami harus keluar dari sana dan tidak sedikitpun ada rasa kasihan kepada kami, aku berbisik kepada temanku, “tenang, aku sudah mendapatkan informasi, kita akan ke Jaipur malam ini, tidak jadi ke Agra”.

Kami keluar dari ruangan, aku berusaha untuk tenang dan menceritakan kepada temanku tentang bagaimana aku mendapatkan internet gratis dan mengganti rencana kita ke Jaipur. Dan lagi-lagi diluar masih ada si sopir bajai yang mengantarkan kami tadi, sepertinya dia sudah sangat pengalaman dengan situasi seperti ini, seperti penjebakan yang terencana. Kami meminta dia untuk mengantar kami kembali ke station kereta dan dia meminta kami untuk membayar 200 rupee, banyak sekali dibandingkan yang pertama kami naik hanya 30 rupee.

Station masih saja rame, banyak lelaki mabuk diluar, aku agak sedikit takut dan mengikuti langkah temanku, kami mencari lagi kantor DTTDC sesuai petunjuk yang diberikan oleh seseorang yang kami Tanya, lelaki ini tampak baik dan dia memberi petunjuk yang benar tapi kami tidak beruntung karena kantor ini tutup pukul 09.30 malam, ini terlihat jelas ditempel di pintu kantor. Kami saling berpandangan dan ternyata kami telah ditipu dan diperlambat sampai kantor ini tutup dan pada akhirnya kami akan mengambil paket yang ditawarkan oleh mereka.

Masih ada satu harapan, terminal Daula Kuan, kami segera berlari menuju station metro, kami berlari dengan cepat karena metro terakhir adalah pukul 10 malam dan aku tidak mau tidur di station kereta Delhi, oh NO!!! lucky us Metro masih ada dan ini adalah metro yang terakhir. Sambil menunggu metro kami masih sempat diskusi apa kembali ke bandara atau turun di Daula Kuan karena kami sudah sangat lelah dan tidak mau tertipu lagi, tapi kan tidak mungkin temanku yang di Jaipur itu menipu dan kalau kembali lagi ke bandara belum tentu kita akan bisa masuk, artinya kita akan terdampar kan.

Metro datang dan kita putuskan untuk turun di Daula Kuan… Tadaaaa memang banyak sekali bus yang ke Jaipur dan ada sampai 24 jam. Walaupun dari metro ke terminal bus sempat terjatuh dan salto beberapa kali tapi akhirnya tidak perlu terjebak di Delhi and here we are sleep on the bus and WELCOME TO RAJASTHAN !!!!! Good Night

Tidak sempat berphoto karena situasi yang tidak memungkinkan

Late post April 2017


1 comment:

  1. Lihat-lihat di google, Rajasthan punya vibe kayak Timur Tengah ya (menurut saya hehehe).

    Daripada tersesat dan kendala bahasa, scamming ini lah yang paling saya waspadai kalau ke luar negeri. Pernah juga di Thailand. Kalau kata teman Thailand wajarnya bayar 15 baht, eh kami diminta 300 baht.

    Jadi harus pintar2 mencium gelagat orang ga baik wkwkkw.

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

Contact Form

Name

Email *

Message *

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS