Untuk Lelaki: Perempuan Butuh Cinta Dan Komitment

Saturday, 23 September 2017

Lakik itu kadang atau sering kali mengobral cinta, disana sini selalu bilang I love you, macam tukang sayur yang teriak sayur-sayur dibeli ayo dibeli. sebentar-sebentar bilang aku cinta kamu, lama-lama kok ya jadi sambil lewat saja ya alias basi. 

Padahal cinta itu sendiri mempunyai makna yang dalam, seperti yang disebutkan di https://id.wikipedia.org/wiki/Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarika abadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang.

Nah lakik sekarang itu menyebutkan kata cinta itu seperti angin lalu, tidak ada makna dan hanya pemanis bibir saja sesuka hatinya, tidak ada kebaikan disana dan tidak ada belas kasih. So.... jangan salahkan perempuan ketika mereka tidak memberikan perhatian karena ucapan cinta saja tanpa dilengkapi dengan tindakan itu adalah nonsen, tidak ada arti sama sekali.

Ini bisa dikatakan sebagai curhat perempuan tapi sadarilah bahwa perempuan itu butuh bukti bukan hanya janji. Ada lakik yang sibuk mengobral cinta tapi ketika ditantang untuk membuktikannya malah menghindar perlahan-lahan dan hilang tak tau rimba, bahkan muncul alasan-alasan klise yang menyalahkan perempuan.

Sebagai seorang perempuan tentunya mendambakan laki-laki yang pantas, pantas itu bukan berarti kaya raya dan mapan, pantas itu ketika dia mencintai dengan tulus dan penuh komitment, mencintai tanpa pamrih dan mampu membuktikan bahwa cinta itu ada bukan hanya ucapan saja.

Cinta itu dibuktikan dengan komitment, nah apa itu komitment? komitment itu adalah janji pada diri sendiri dan orang lain yang dipraktekan dalam tindakan kita. Kalau setiap hari asik bilang-bilang cinta tanpa komitmen ya wajar saja bila perempuan menjauh.

Contoh:
Ada lakik yang selalu obral cinta dan perempuan menanyakan tentang komitmen dia, dan ternyata dia hanya diam ditempat tanpa komunikasi sama sekali (mungkin dia pikir perempuan ini hanya batu cukup dipandang saja). Akhirnya si perempuan berfikir ahh... lakik ini tidak pernah serius dan hanya main-main, baiklah semua harus diakhiri. Well... Kemudian si lakik menghubungi setelah sekian lama dan dengan tegas perempuan memberikan keputusan, setelah perempuan ini memberikan keputusan baru silakik berkata" Padahal aku sudah mengatakan kepada orang tuaku untuk melamar kamu". Keputusan sudah bulat and no more relationship. 

Moral from this story is:
Perempuan juga bisa menjadi tegas dan mandiri, perempuan akan menunggu laki yang pantas bukan laki yang tidak bertanggungjawab.

Hidup didunia ini hanya sementara, jadi tidak perlu menghabiskan waktu dengan laki yang tidak berguna

Menjadi sendiri juga akan bahagia daripada berdua dengan laki yang tidak pantas.

Sekian dan semoga bisa membuat semua perempuan yang tersakiti menjadi tegar dan kuat



No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Contact Form

Name

Email *

Message *

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS